InfoSAWIT, BENGKALIS – Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Riau, mulai mengakselerasi program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) tahun 2026 sebagai langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas kebun masyarakat sekaligus memperkuat keberlanjutan sektor perkebunan kelapa sawit di daerah.
Komitmen tersebut ditandai dengan pelaksanaan Sosialisasi Peremajaan Kelapa Sawit Pekebun (PKSP) tingkat kabupaten yang digelar Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkalis di Kantor Camat Mandau, Rabu. Kegiatan ini diikuti para pekebun dari Kecamatan Mandau, Pinggir, dan Bathin Solapan—wilayah yang menjadi sentra produksi sawit rakyat di Negeri Junjungan.
Sosialisasi menghadirkan narasumber dari Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bengkalis, serta Asosiasi Sawitku Masa Depanku (SAMADE) Kabupaten Bengkalis. Kehadiran para pemangku kepentingan ini diharapkan mampu memberi pemahaman menyeluruh kepada pekebun terkait aspek teknis, legalitas lahan, hingga skema dukungan pembiayaan program peremajaan sawit.
BACA JUGA: BPDP Dorong Proposal Grant Riset 2026 Berorientasi Hilirisasi dan Komersialisasi Industri
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkalis, Sufandi, melalui Kepala Bidang Produksi Adi Zulhami, menegaskan sektor perkebunan masih menjadi salah satu penopang utama ekonomi daerah, baik dalam menciptakan lapangan kerja maupun meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.
Menurutnya, kelapa sawit tetap menjadi komoditas unggulan Kabupaten Bengkalis. Namun, produktivitas kebun rakyat masih menghadapi sejumlah tantangan klasik, mulai dari penggunaan benih tidak unggul, umur tanaman yang telah melewati masa produktif, hingga terbatasnya pemahaman petani sawit mengenai praktik budidaya yang baik dan berkelanjutan.
“Perkebunan kelapa sawit merupakan komoditas unggulan yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah. Namun demikian, masih terdapat berbagai tantangan, seperti rendahnya produktivitas akibat penggunaan benih tidak unggul, tanaman yang sudah tua, serta keterbatasan pengetahuan pekebun terkait praktik budidaya yang baik,” ungkap Adi Zulhami dilansir InfoSAWIT dari Pemda Bengkalis, Sabtu (9/5/2026).
BACA JUGA: Dubes Tanzania: Pelepasan Sumber Daya Genetik Sawit Jadi Simbol Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Data sementara tahun 2025 menunjukkan luas areal perkebunan di Kabupaten Bengkalis mencapai sekitar 375 ribu hektare, dengan dominasi kebun kelapa sawit rakyat. Menariknya, sekitar 87,75 persen dari total luasan tersebut dikelola secara swadaya oleh masyarakat, menunjukkan peran besar smallholders dalam menopang industri sawit daerah.
Melihat besarnya kontribusi petani sawit, Pemerintah Kabupaten Bengkalis menargetkan program PSR seluas 300 hektare pada 2026 yang tersebar di sejumlah kecamatan. Program ini didukung regulasi pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian, serta pembiayaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
Adi menambahkan, keberhasilan program peremajaan sawit tidak hanya bergantung pada dukungan anggaran, tetapi juga membutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah daerah, penyuluh lapangan, kelembagaan pekebun, hingga mitra swasta.
BACA JUGA: CPOPC Perkuat Kerja Sama Sawit Berkelanjutan dengan Papua Nugini
“Kerja sama kemitraan menjadi kunci, baik dalam penyediaan bibit berkualitas, pendampingan teknis, hingga akses pasar. Oleh karena itu, seluruh stakeholder diharapkan dapat berperan aktif dalam mendorong keberhasilan program ini,” tambahnya.
Melalui sosialisasi ini, Pemerintah Kabupaten Bengkalis berharap semakin banyak petani sawit memahami manfaat program PSR sebagai momentum memperbaiki kualitas kebun, meningkatkan produktivitas tandan buah segar, serta mendorong pendapatan pekebun secara berkelanjutan.
Kegiatan ini juga dihadiri Sekretaris Camat Mandau Rio Sentosa, unsur asosiasi perkebunan, penyuluh pertanian, kepala desa, serta ratusan petani sawit dari berbagai wilayah di Kabupaten Bengkalis. Dengan sinergi yang semakin kuat, Bengkalis optimistis dapat menjadi salah satu model pengembangan peremajaan sawit rakyat yang sukses di Provinsi Riau. (T2)
