Bank Investasi Proyeksikan Harga CPO 2026 Bertahan Tinggi, El Nino Jadi Faktor Utama

oleh -174 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Sawit Fest 2021/Foto: Domi Yanto/ Ilustrasi lanskap perkebunan kelapa sawit.

InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Sejumlah bank investasi memperkirakan harga minyak sawit mentah (CPO) pada 2026 akan tetap berada di level tinggi, ditopang meningkatnya permintaan biodiesel serta potensi munculnya fenomena El Nino kuat yang dapat mengganggu produksi sawit regional.

Dalam riset terbarunya, Kenanga Investment Bank Bhd (Kenanga IB) memproyeksikan harga CPO berada pada kisaran RM4.250 hingga RM4.350 per ton sepanjang 2026. Selain itu, perusahaan perkebunan diperkirakan juga akan menghadapi kenaikan biaya pupuk dan energi mulai semester II 2026.

Meski demikian, sektor perkebunan dinilai masih menjadi pihak yang diuntungkan dari konflik geopolitik di kawasan Asia Barat yang mendorong kenaikan harga minyak nabati dan energi global.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Turun Pada Selasa (12/5), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Melemah

Harga CPO sendiri tercatat melonjak dari RM4.019 per ton pada Januari menjadi RM4.568 per ton pada April 2026. Kenaikan tersebut didukung pertumbuhan permintaan yang tetap solid di kisaran 3-4% serta meningkatnya kebutuhan biodiesel berbasis sawit.

Dilansir InfoSAWIT dari Bernama, Kamis (14/5/2026), Kenanga IB menyebut peluang harga CPO bertahan kuat hingga paruh pertama 2026 dan berlanjut ke tahun buku 2027 semakin besar seiring meningkatnya risiko terbentuknya El Nino dengan kategori sangat kuat.

“Secara historis, El Nino tidak terlalu berdampak besar terhadap produktivitas kelapa sawit, bahkan untuk kategori kuat. Namun kondisi El Nino sangat kuat dapat mengganggu fase pembungaan sehingga mempengaruhi produksi tandan buah segar (TBS) pada musim berikutnya,” catat riset dalam laporan tersebut.

BACA JUGA: MSCI Coret 4 Saham Perusahaan Sawit dari Small Cap Index, Ini Daftarnya

Lembaga riset itu juga mencatat bahwa Indonesia pada masa lalu relatif lebih tahan terhadap dampak El Nino sangat kuat dibanding Malaysia. Kondisi tersebut diduga karena struktur usia tanaman yang lebih muda serta area perkebunan yang lebih luas dan tersebar.

Menurut kajian Kenanga IB, fenomena El Nino sangat kuat berpotensi menekan produksi sawit regional sebesar 2% hingga 9% pada tahun berikutnya. Kondisi itu dinilai dapat mendorong kenaikan harga CPO tambahan sekitar 5% hingga 10%.

Berdasarkan prospek tersebut, Kenanga IB tetap mempertahankan rekomendasi “overweight” untuk sektor perkebunan dengan asumsi harga CPO sebesar RM4.250 per ton pada 2026 dan RM4.200 per ton pada 2027.

BACA JUGA: Stok Sawit Malaysia Naik Jadi 2,30 Juta Ton pada April 2026, Produksi CPO Melonjak

Sementara itu, Hong Leong Investment Bank Bhd juga mempertahankan proyeksi harga CPO 2026 di level RM4.350 per ton. Untuk jangka panjang mulai 2027, asumsi harga CPO tetap dipatok di kisaran RM4.200 per ton.

“Kami mempertahankan pandangan overweight terhadap sektor ini yang didukung penguatan harga CPO jangka pendek akibat tingginya harga minyak mentah dunia,” catat riset dalam laporan tersebut.

Namun demikian, Hong Leong IB mengingatkan bahwa siklus kenaikan harga saat ini kemungkinan hanya berlangsung di awal periode, sementara risiko jangka menengah masih dapat muncul dari penyesuaian pasokan minyak nabati pesaing di pasar global. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com