Selandia Baru menjadi salah satu pasar potensial bagi PKE Indonesia mengingat besarnya kebutuhan industri peternakan di negara tersebut terhadap bahan baku pakan berkualitas.
Data Karantina Lampung menunjukkan tren ekspor PKE terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Sepanjang 2024, tercatat 172 kali ekspor dengan total volume sekitar 569 ribu ton senilai Rp2,58 triliun. Pada 2025, frekuensi ekspor naik menjadi 184 kali dengan volume sekitar 1,34 juta ton dan nilai mencapai Rp3,12 triliun.
Sementara itu, selama Januari hingga Juni 2026, telah dilakukan 66 kali ekspor PKE dengan total volume sekitar 513 ribu ton dan nilai mencapai Rp1,17 triliun, menunjukkan komoditas turunan sawit tersebut masih menjadi salah satu andalan ekspor perkebunan dari Provinsi Lampung. (T2)
