Permintaan Global Masih Moderat
Di tingkat global, produksi tanaman penghasil minyak nabati diperkirakan masih meningkat pada musim 2026/2027. Namun, laju pertumbuhan diproyeksikan melambat.
Produksi gabungan kedelai, bunga matahari, dan rapa diperkirakan hanya bertambah sekitar 16,5 juta ton, lebih rendah dibandingkan rata-rata kenaikan tahunan 22,7 juta ton dalam empat tahun terakhir.
Menurut MPOC, perlambatan pertumbuhan produksi tersebut berpotensi menopang harga minyak nabati dunia, terlebih permintaan dari sektor biofuel terus meningkat.
BACA JUGA: Pemerintah Evaluasi Dampak B50, Dana BPDP Dipastikan Cukup Dukung Biodiesel hingga Peremajaan Sawit
Meski demikian, dalam jangka pendek konsumsi minyak nabati di sejumlah negara pengimpor utama masih relatif lemah. Persediaan minyak nabati di India, misalnya, masih berada pada level tinggi meskipun volume impor mengalami penurunan. Kondisi tersebut mengindikasikan konsumsi domestik masih tertekan akibat inflasi.
Namun, MPOC memperkirakan permintaan akan kembali meningkat menjelang perayaan Diwali, ketika India biasanya mengimpor sekitar 30 persen kebutuhan minyak nabati tahunannya selama periode Juli hingga September.
Dengan harga yang masih paling kompetitif dibandingkan minyak nabati utama lainnya, minyak sawit diperkirakan menjadi pilihan utama importir India dalam memenuhi kebutuhan menjelang musim festival tersebut.
BACA JUGA: GAPKI Dorong Riset Sawit Berorientasi Solusi, Fokus Jawab Tantangan Industri Berkelanjutan
B50 Indonesia dan Pasar Energi Jadi Penopang Harga
MPOC memperkirakan harga CPO pada Agustus 2026 akan bergerak di kisaran RM4.400–RM4.650 per ton.
Prospek tersebut didukung implementasi mandatori biodiesel B50 di Indonesia sejak Juli 2026, membaiknya fundamental pasar energi, serta meningkatnya keekonomian biodiesel.
Selain itu, meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran turut mendorong harga gasoil melonjak sekitar 30 persen pada awal hingga pertengahan Juli. Harga gasoil yang kini berada di atas harga minyak sawit dan minyak kedelai dinilai semakin meningkatkan daya tarik penggunaan minyak nabati sebagai bahan baku biodiesel.
BACA JUGA: BPDP: Riset Sawit Harus Berujung pada Inovasi yang Diterapkan Petani dan Industri
Meski demikian, MPOC menilai ruang kenaikan harga CPO masih akan dibatasi oleh permintaan global yang belum sepenuhnya pulih serta tingginya stok minyak nabati di sejumlah negara konsumen utama. (T2)
