Biodiesel Menjadi Jangkar Harga Minyak Sawit Baru

oleh -631 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/Road test biodiesel 50% atau B50.

InfoSAWIT, JAKARTA – Dalam beberapa tahun terakhir, satu variabel baru muncul sebagai penentu harga sawit global: kebijakan biodiesel Indonesia.

Ketua Bidang Luar Negeri Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Fadhil Hasan, menilai program biodiesel nasional kini telah berkembang menjadi salah satu price anchor terbesar di pasar minyak sawit dunia. Sebagai produsen sawit terbesar global, setiap kebijakan peningkatan blending—menuju B45 hingga eventual B50—berarti semakin besar volume CPO yang dialihkan dari jalur ekspor ke konsumsi energi domestik.

Meski pemerintah memutuskan mandatori tahun ini tetap di level B40, rencana peningkatan campuran biodiesel tetap menciptakan ekspektasi pasar yang kuat.

BACA JUGA: Kinerja Teladan Prima Agro Semester I 2026 Tumbuh, Pendapatan Naik 6,5% Jadi Rp2,71 Triliun

Artinya, bahkan ketika produksi naik, pasokan ekspor yang tersedia bagi pasar global belum tentu bertambah signifikan. Di sinilah harga mendapatkan penopang struktural.

“Mandatori biodiesel secara langsung mengalihkan sawit dari kanal ekspor ke penggunaan energi, dan itu berdampak besar terhadap inventori global maupun floor price CPO,” demikian benang merah pandangan Fadhil Hasan.

Meski produksi diperkirakan tetap naik, sisi suplai masih menyimpan banyak ketidakpastian.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kaltim Periode II-Juli 2026 Naik Rp. 50,56 per Kg

Cuaca tetap menjadi variabel paling sensitif. Pola La Niña, misalnya, dapat meningkatkan curah hujan dan mengganggu produktivitas maupun panen. Di Malaysia, siklus replanting, usia tanaman yang menua, serta isu tenaga kerja masih menjadi penghambat pertumbuhan output yang agresif.

Sementara di Indonesia, dinamika tata kelola lahan, penguatan pengawasan kebun, serta perubahan kebijakan domestik berpotensi memengaruhi ritme produksi.

Dengan kata lain, pasokan sawit global masih bertumbuh, tetapi elastisitasnya terbatas.

BACA JUGA: SPKS Dukung Percepatan RAD Sawit Berkelanjutan Konawe Utara, Fokus STDB dan ISPO Petani

Ketika suplai tumbuh moderat dan permintaan energi domestik meningkat, harga berpotensi tetap kuat—meski volatilitas akan tetap tinggi.

 

Harga Masih Tinggi, Tapi Lebih Rasional

Secara historis, rata-rata harga sawit sepanjang 2025 berada di level RM 4.285 per ton di Bursa Malaysia Derivatives, sedikit lebih rendah dibanding rerata 2024 sebesar RM 4.372 per ton. Di pasar domestik, harga referensi KPBN juga turun tipis menjadi ekuivalen RM 3.708, dibanding RM 3.815 tahun sebelumnya.

Yang menarik, sepanjang September 2024 hingga Maret 2025, sawit sempat menikmati status premium oil, ketika harganya diperdagangkan lebih tinggi dibanding minyak nabati lain—terutama soybean oil.


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com