91 Pekebun OKU Ikuti Pelatihan Diselenggarakan BPDP Bersama Ditjenbun dan IPB Training, Dinas Pertanian Pacu Produktivitas Sawit Rakyat

oleh -306 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. IPB Training/91 pekebun sawit mengikuti Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit bagian dari program pengembangan SDM perkebunan kelapa sawit yang didukung BPDP, bersama Direktorat Jenderal Perkebunan (DitjenBun) Kementerian Pertanian dan IPB Training.

InfoSAWIT, BATURAJA – Dinas Pertanian Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, terus memperkuat pengembangan perkebunan kelapa sawit rakyat melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Salah satu langkah yang ditempuh yakni mengirimkan 91 pekebun untuk mengikuti Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit yang merupakan bagian dari program pengembangan SDM perkebunan kelapa sawit yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan (DitjenBun) Kementerian Pertanian.

Pelatihan yang diselenggarakan bekerja sama dengan IPB Training tersebut berlangsung pada 28 Juli hingga 2 Agustus 2026 dan diikuti peserta Angkatan XXI, XXII, dan XXIII di Sumatera Selatan. Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan teknis pekebun dalam mengelola kebun sawit secara produktif sekaligus berkelanjutan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ogan Komering Ulu, Joni Saihu, mengungkapkan bahwa produktivitas kebun sawit di wilayahnya masih perlu terus ditingkatkan agar mampu bersaing dengan daerah lain di Sumatera Selatan. Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari fakta bahwa komoditas sawit di OKU masih tergolong berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

BACA JUGA: Antara Ambisi Negara dan Kecemasan Pasar, Kala Ekspor Sawit Satu Pintu

Ia menjelaskan, luas perkebunan kelapa sawit di daerah tersebut mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Jika pada awal 2022 luas areal baru sekitar 1.000 hektare, kini telah berkembang menjadi sekitar 7.000 hektare. Seiring bertambahnya luasan kebun, produksi sawit juga meningkat dari sekitar 6.100 ton pada 2024 menjadi 12.120 ton sepanjang 2025.

“Perkembangannya cukup pesat, tetapi produktivitas masih harus terus ditingkatkan agar mampu bersaing dengan daerah lain,” ujarnya dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Rabu (5/8/2026).

Meski menunjukkan tren positif, pengembangan sawit rakyat di OKU masih menghadapi sejumlah kendala. Infrastruktur jalan menuju sentra perkebunan dinilai belum memadai sehingga distribusi hasil panen belum berjalan optimal. Selain itu, sebagian besar pekebun hanya mengelola lahan seluas satu hingga dua hektare sehingga kemampuan meningkatkan skala usaha masih terbatas.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 5-11 Agustus 2026 Naik Rp23,35 per Kg  

Tantangan lain adalah penggunaan benih. Keterbatasan modal membuat sebagian pekebun belum mampu membeli bibit unggul bersertifikat sehingga masih menggunakan bibit dengan mutu yang belum terjamin. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang memengaruhi produktivitas kebun.

Melalui pelatihan ini, para peserta dibekali berbagai materi mulai dari pemilihan benih unggul, teknik pembibitan, persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman, pengelolaan kelembagaan pekebun hingga strategi pemasaran hasil. Pemerintah daerah berharap ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan di kebun masing-masing.

“Kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini, para pekebun mampu menerapkan teknik budidaya yang lebih baik sehingga produktivitas kebun terus meningkat,” ujar Hendra, mewakili penyelenggara kegiatan.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik pada Selasa (4/8), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Menguat

Sementara itu, narasumber dari IPB Training, Prof. Suwardi, menjelaskan bahwa pelatihan dirancang untuk membangun pemahaman menyeluruh mengenai praktik budidaya kelapa sawit yang produktif dan berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan budidaya sangat ditentukan oleh kesesuaian lahan, penggunaan bibit unggul, serta penerapan pemeliharaan dan pemupukan yang tepat.

Selama pelatihan, peserta mengikuti pembelajaran yang memadukan teori, diskusi, praktikum, hingga kunjungan lapang. Materi mencakup regulasi budidaya, teknik pembibitan, persiapan lahan, replanting, penggunaan Legume Cover Crop (LCC), pengelolaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dan Tanaman Menghasilkan (TM), teknik pemupukan berdasarkan prinsip 5T, hingga pengendalian hama dan penyakit secara terpadu.

Peserta juga mendapatkan pengalaman praktik penggunaan alat semprot, kalibrasi aplikasi pestisida, identifikasi gejala kekurangan unsur hara, serta penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang mengutamakan deteksi dini dan pemanfaatan agens hayati.

BACA JUGA: Realisasi PSR Sumut Terus Melorot, Status Kawasan Hutan Jadi Hambatan Utama

Sebagai bagian dari penguatan kompetensi, seluruh peserta melakukan kunjungan lapang ke PPK Sembawa untuk melihat langsung praktik pengelolaan pembibitan, pemeliharaan tanaman muda, teknik kastrasi, hingga pruning. Melalui kegiatan tersebut, peserta dapat berdiskusi langsung dengan praktisi mengenai berbagai tantangan budidaya yang dihadapi di lapangan.

Dengan rangkaian pembelajaran yang komprehensif tersebut, program pengembangan SDM yang difasilitasi BPDP dan Direktorat Jenderal Perkebunan diharapkan mampu meningkatkan kompetensi pekebun sehingga produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat di Kabupaten Ogan Komering Ulu terus meningkat, sekaligus mendorong pengelolaan kebun yang lebih efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com