POPSI Tolak Rencana Moratorium PKS Baru di Jambi, Berpotensi Rugikan Petani Sawit

oleh -427 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/Ilustrasi Pabrik Kelapa Ssawit.

Penolakan terhadap rencana moratorium juga mendapat dukungan dari Anggota DPRD Merangin Fraksi Gerindra, Ahmad Fahmi, S.H., M.H. Menurut Wakil Ketua DPRD Merangin tersebut, persoalan utama industri sawit bukan terletak pada jumlah pabrik, melainkan pada kualitas hubungan kemitraan antara perusahaan dan petani.

Ia menilai pemerintah sebaiknya memprioritaskan penguatan sistem ketertelusuran (traceability) melalui pendataan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB), percepatan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) maupun Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), serta pemberdayaan petani secara menyeluruh.

Dengan data petani yang lebih akurat, Ahmad Fahmi menilai akses terhadap program peremajaan, bantuan sarana dan prasarana dari BPDP, hingga peluang memasuki pasar ekspor yang mensyaratkan ketertelusuran akan semakin terbuka.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kalteng Periode II-Juli 2026 Naik, Plasma Tembus Rp3.791,30/Kg dan Swadaya Rp3.477,40/Kg

Sebagai alternatif, POPSI dan JPSN mengusulkan agar Pemerintah Provinsi Jambi tidak menerapkan moratorium secara menyeluruh. Organisasi petani mengusulkan setiap izin pembangunan PKS baru diwajibkan memiliki bukti sumber pasokan yang jelas serta menjalin kemitraan legal dengan kebun-kebun di wilayah sekitarnya.

Menurut mereka, pendekatan tersebut tetap memberikan ruang bagi pemerintah untuk mengawasi tata kelola industri sawit, sekaligus menjaga iklim investasi dan memperluas akses pasar bagi petani swadaya.

POPSI juga berpandangan bahwa keputusan mengenai kebutuhan pembangunan PKS sebaiknya lebih banyak melibatkan pemerintah kabupaten bersama petani sawit sebagai pelaku utama rantai pasok TBS di daerah. Dengan demikian, kebijakan yang diambil dinilai akan lebih sesuai dengan kondisi lapangan serta mampu menciptakan kemitraan yang lebih adil bagi petani sawit di Jambi. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com