InfoSAWIT, JAKARTA – Produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan minyak inti sawit atau palm kernel oil (PKO) Indonesia kembali meningkat pada Juni 2026. Namun, kenaikan konsumsi dan ekspor yang lebih besar membuat stok minyak sawit nasional justru mengalami penurunan.
Merujuk laporan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), produksi CPO Indonesia pada Juni 2026 mencapai 4,823 juta ton, meningkat 8,59% dibandingkan Mei 2026 yang tercatat 4,165 juta ton.
“Produksi PKO juga mengalami kenaikan dari 387 ribu ton pada Mei menjadi 449 ribu ton pada Juni 2026,” catat Direktur Eksekutif GAPKI, Mukti Sardjono, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Rabu (26/8/2026).
Dengan perkembangan tersebut, total produksi CPO dan PKO pada Juni 2026 mencapai 5,277 juta ton, naik 8,59% dibandingkan produksi Mei yang sebesar 4,552 juta ton.
Secara kumulatif, produksi minyak sawit Indonesia sepanjang Januari hingga Juni 2026 mencapai 30,284 juta ton. Angka tersebut tumbuh 15,82% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 27,889 juta ton.
Konsumsi Minyak Sawit Dalam Negeri Naik
Peningkatan produksi juga diikuti pertumbuhan konsumsi minyak sawit di dalam negeri. Pada Juni 2026, total konsumsi domestik mencapai 2,201 juta ton atau meningkat 5,92% dibandingkan Mei 2026 yang sebesar 2,078 juta ton.
BACA JUGA: BMKG Prediksi Risiko Karhutla Meningkat pada September 2026, Jambi dan Sejumlah Wilayah Jadi Sorotan
Sektor biodiesel masih menjadi penopang utama konsumsi minyak sawit nasional. Penggunaan minyak sawit untuk biodiesel pada Juni mencapai 1,131 juta ton, meningkat dibandingkan Mei yang sebesar 1,035 juta ton.
Konsumsi minyak sawit untuk sektor pangan juga naik dari 856 ribu ton pada Mei menjadi 878 ribu ton pada Juni 2026. Sementara konsumsi untuk industri oleokimia meningkat dari 187 ribu ton menjadi 192 ribu ton.
Sepanjang semester pertama 2026, total konsumsi minyak sawit dalam negeri mencapai 12,994 juta ton. Realisasi tersebut meningkat 5,48% dibandingkan periode Januari–Juni 2025 yang tercatat sebesar 12,272 juta ton.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Masih Withdraw pada Senin (24/8), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Melemah
Menurut GAPKI, kenaikan produksi pada Juni belum mampu mendorong peningkatan stok karena pertumbuhan konsumsi dan ekspor CPO serta PKO berlangsung lebih besar. Kondisi ini membuat persediaan minyak sawit pada akhir Juni mengalami penurunan.
Secara keseluruhan, data semester pertama 2026 menunjukkan industri kelapa sawit Indonesia masih mencatatkan pertumbuhan positif, baik dari sisi produksi, konsumsi domestik, maupun ekspor. Pertumbuhan permintaan biodiesel juga terus memperkuat peran pasar domestik dalam menyerap produksi minyak sawit nasional. (T2)
