Biaya Membengkak, Laba Kencana Agri Tetap Bertumbuh

oleh -203 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/Ilustrasi perkebunan kelapa sawit.

InfoSAWIT, SINGAPURA – Pertumbuhan pendapatan dan laba Kencana Agri pada semester pertama 2026 tidak datang tanpa konsekuensi. Di balik kenaikan kinerja tersebut, perseroan harus menghadapi lonjakan biaya operasional yang membuat margin laba kotor mengalami tekanan.

Dilansir InfoSAWIT dari keterangan resmi Kencana Agri, Sabtu (22/8/2026), biaya penjualan perseroan meningkat cukup signifikan, dari US$58,9 juta pada semester pertama 2025 menjadi US$78,7 juta pada periode yang sama tahun 2026.

Kenaikan biaya tersebut bahkan melampaui laju pertumbuhan pendapatan. Meski laba kotor masih tumbuh 13,7 persen, dari US$28,2 juta menjadi US$32,1 juta, margin laba kotor justru menyempit dari 32,4 persen menjadi 29 persen.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Masih Withdraw pada Senin (24/8), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Melemah

Tekanan terhadap margin ini terutama berkaitan dengan dua langkah strategis yang tengah dijalankan Kencana Agri. Pertama, perseroan meningkatkan program pemeliharaan kebun, termasuk perawatan tanaman dan pemupukan, sebagai bagian dari upaya menjaga produktivitas dan keberlanjutan aset perkebunan dalam jangka panjang.

Langkah tersebut memang menambah biaya produksi dalam jangka pendek. Namun, manajemen memandang pengeluaran tersebut sebagai investasi untuk memperbaiki kondisi kebun, menjaga kecukupan nutrisi tanaman, serta mempertahankan stabilitas produksi pada tahun-tahun mendatang.

Manajemen menjelaskan, kenaikan biaya tersebut berkaitan dengan dua langkah strategis yang tengah ditempuh perseroan.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi Periode 21–27 Agustus 2026 Turun Rp12,91 per Kg

Pertama, Kencana Agri meningkatkan program pemeliharaan kebun, termasuk perawatan tanaman dan pemupukan. Langkah ini dilakukan untuk memperbaiki kondisi perkebunan, menjaga kecukupan nutrisi tanaman, serta mempertahankan stabilitas produksi dalam jangka menengah dan panjang.

Program tersebut memang meningkatkan biaya produksi dalam jangka pendek. Namun, perseroan memandang pengeluaran itu sebagai investasi untuk menjaga produktivitas dan keberlanjutan aset perkebunan di masa mendatang.

Kedua, perseroan meningkatkan pembelian tandan buah segar (TBS) dan minyak sawit mentah atau CPO dari pihak ketiga guna menjaga tingkat utilisasi pabrik, terutama di Bangka yang tengah menjalani proses replanting.

BACA JUGA: GAPKI Perkuat Sinergi Cegah Karhutla, Siagakan Perusahaan Sawit Hadapi Musim Kemarau 2026

Bahan baku dari pihak eksternal memiliki biaya per ton yang lebih tinggi dibandingkan produksi dari kebun sendiri. Kondisi ini menyebabkan margin laba kotor gabungan menjadi lebih sempit selama masa peremajaan.

Meski demikian, strategi tersebut tetap memberikan kontribusi positif terhadap total laba kotor dan membantu menjaga efisiensi ekonomi pabrik di tengah proses peremajaan kebun.

 

Laba Sebelum Pajak Melonjak 44,3 Persen

Di tengah tekanan terhadap margin laba kotor, Kencana Agri masih mampu membukukan peningkatan laba sebelum pajak yang signifikan. Pada semester pertama 2026, laba sebelum pajak perseroan mencapai US$18,9 juta atau meningkat 44,3 persen dibandingkan US$13,1 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

BACA JUGA: Keadilan dalam Penegakan Hukum Karhutla

Selain ditopang pertumbuhan laba kotor, kenaikan tersebut juga didukung oleh menurunnya kerugian nilai wajar bersih atas aset biologis dan piutang plasma menjadi US$1,3 juta, dibandingkan US$2,2 juta pada semester pertama 2025.

Beban keuangan juga turun dari US$6,9 juta menjadi US$5,3 juta seiring berkurangnya tingkat pinjaman grup. Sementara itu, biaya distribusi menurun dari US$1,4 juta menjadi US$1,1 juta, terutama karena berkurangnya biaya pengiriman.

Namun, beban pajak penghasilan meningkat cukup tajam, dari US$3,4 juta menjadi US$7,1 juta. Kenaikan tersebut mencerminkan meningkatnya laba kena pajak tahun berjalan serta pengakuan kekurangan pencadangan pajak tahun-tahun sebelumnya sebesar US$2,3 juta.

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com