CPOPC Dorong Produktivitas Petani Sawit dan Akses Pasar Berkelanjutan

oleh -1.692 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/Konferensi pers kerjasama WWF Indonesia dengan CPOPC, Jumat (18/9/2026) di Jakarta.

InfoSAWIT, JAKARTA – Peningkatan produktivitas dan pendapatan petani sawit menjadi salah satu perhatian negara-negara produsen minyak sawit di tengah tuntutan keberlanjutan yang semakin kuat. Upaya tersebut dinilai perlu berjalan beriringan dengan penguatan akses pasar agar keberlanjutan tidak hanya menjadi tuntutan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Wakil Sekretaris Jenderal Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC), Musdhalifah Machmud, mengatakan negara-negara produsen sawit memiliki kepentingan untuk memastikan petani memperoleh dukungan dalam meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan.

Menurut Musdhalifah, keberlanjutan industri sawit tidak dapat dilepaskan dari kondisi masyarakat yang menggantungkan kehidupan pada komoditas tersebut. Karena itu, kebijakan mengenai keberlanjutan perlu mempertimbangkan realitas ekonomi di negara-negara produsen.

BACA JUGA: WWF Indonesia: Sawit Indonesia Berpeluang Penuhi EUDR, Petani Jangan Tertinggal 

“Kami juga ingin membantu petani sawit meningkatkan pendapatan, produktivitas, dan berbagai aspek lainnya,” ujar Musdhalifah, saat konferensi pers kerjasama WWF Indonesia dengan CPOPC dihadiri InfoSAWIT, Jumat (18/9/2026), di Jakarta.

Ia mengatakan negara-negara produsen sawit perlu membangun bukti dan data yang dapat menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan. Data tersebut penting untuk memperkuat komunikasi dengan berbagai pihak dalam pembahasan mengenai keberlanjutan sawit.

Menurutnya, negara produsen juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan kepentingan masyarakat yang bergantung pada sawit tetap diperhatikan dalam perkembangan kebijakan global.

BACA JUGA: Pencurian Buah Sawit, Mekanisme Pengakuan Bersalah Perdana Diterapkan di PN Pasangkayu

“Kami bekerja bersama untuk membangun bukti dan memperkuat tanggung jawab kepada seluruh masyarakat,” katanya.

Musdhalifah menilai komunikasi antara negara produsen, organisasi masyarakat sipil, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman bersama mengenai keberlanjutan industri sawit.

 

WWF Indonesia Soroti Potensi Kerja Sama

Sementara itu, CEO Yayasan WWF Indonesia, Aditya Bayunanda, mengatakan terdapat sejumlah kesamaan antara berbagai pekerjaan mengenai keberlanjutan yang telah dilakukan di Indonesia dengan inisiatif serupa di tingkat global.

BACA JUGA: BPDP, Ditjenbun dan PT CWE Perkuat Kompetensi Petani Kelapa Sawit di Mamuju, Sulawesi Barat.

Menurut Aditya, kesamaan tersebut membuka ruang untuk memperluas dampak berbagai praktik yang telah dikembangkan oleh produsen sawit berkelanjutan.

“Kami melihat banyak persinggungan antara pekerjaan yang telah dilakukan di Indonesia dengan berbagai upaya di tingkat global,” ujar Aditya.

Ia mengatakan WWF Indonesia berharap berbagai praktik tersebut dapat semakin diperkuat, terutama dengan memberikan perhatian terhadap peran penting industri sawit dalam perekonomian masyarakat.

BACA JUGA: Lidi Sawit Sumut Tembus Pasar China, India, dan Pakistan, UMKM Perlu Perhatikan Spesifikasi Ekspor

Aditya juga menilai data dan statistik mengenai kondisi sektor sawit dapat menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman mengenai kontribusi industri tersebut. Informasi yang berbasis bukti diperlukan agar pembahasan mengenai keberlanjutan tidak hanya bertumpu pada persepsi, tetapi juga menggambarkan kondisi di lapangan.

Menurutnya, WWF memiliki tujuan yang konsisten untuk mendorong terbentuknya akses pasar bagi produk yang dihasilkan melalui praktik berkelanjutan.

“Kami sangat konsisten. Tujuan kami selalu memastikan adanya akses pasar sehingga produsen yang membangun keberlanjutan mendapatkan penerimaan dan akses terhadap pasar,” katanya.

BACA JUGA: Sekitar 200 Calon Penerima Beasiswa SDM Sawit Dikabarkan Batal, Alumni Desak BPDP Beri Kepastian

Akses pasar tersebut dinilai penting karena sawit merupakan salah satu komoditas utama yang memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan penghidupan masyarakat di kawasan produsen.

Karena itu, upaya membangun industri sawit berkelanjutan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan standar lingkungan, tetapi juga bagaimana memastikan produk yang dihasilkan secara berkelanjutan tetap memiliki akses ke pasar.

Dalam konteks tersebut, peningkatan produktivitas petani sawit, penguatan pendapatan, pembangunan data yang dapat diverifikasi, serta pembukaan akses pasar menjadi sejumlah aspek yang saling berkaitan.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumbar Periode III September 2026 Naik Rp15,06 per Kg

Kolaborasi antara negara-negara produsen dan organisasi seperti WWF Indonesia diharapkan dapat memperkuat basis informasi mengenai kondisi industri sawit sekaligus mendorong pendekatan keberlanjutan yang tetap memperhatikan masyarakat yang menggantungkan kehidupannya pada komoditas tersebut. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com