MPOC Proyeksikan Ekspor Sawit Malaysia Stabil 16 Juta Ton pada 2027

oleh -140 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. InfoSAWIT/Pelabuhan Khusus Ekspor CPO.

InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Ekspor minyak sawit Malaysia diproyeksikan tetap stabil di kisaran 16 juta ton pada 2027, meski produksi sawit di dua negara produsen utama, Indonesia dan Malaysia, diperkirakan mengalami penurunan. Kondisi tersebut dinilai dapat memperkuat posisi Malaysia sebagai salah satu pemasok penting minyak sawit bagi pasar global.

Dilansir InfoSAWIT dari Bernama, Jumat (25/9/2026), proyeksi tersebut disampaikan Malaysian Palm Oil Council (MPOC) dengan mengacu pada analisis dan perkiraan pasar global independen dari Oil World.

MPOC memperkirakan produksi minyak sawit Indonesia pada 2027 turun sekitar 1,9 juta ton, sedangkan produksi Malaysia diperkirakan berkurang sekitar 700 ribu ton.

BACA JUGA: Denda Kebun Sawit Capai Rp21,9 Triliun, PURAKA Soroti Tata Kelola Aset Hasil Penertiban

Penurunan produksi Indonesia diperkirakan turut berdampak terhadap ekspor. Pengiriman minyak sawit Indonesia ke pasar global diproyeksikan menyusut hampir 3 juta ton pada 2027, terutama akibat meningkatnya kebutuhan domestik untuk program pencampuran biodiesel serta prospek produksi yang lebih rendah.

Kondisi tersebut membuat Malaysia diperkirakan memiliki peran yang semakin besar dalam memenuhi kebutuhan minyak sawit konsumen global.

MPOC menilai tingginya stok minyak sawit Malaysia saat ini kemungkinan hanya bersifat sementara. Perubahan keseimbangan antara produksi, ekspor dan konsumsi domestik diperkirakan akan memengaruhi tingkat persediaan dalam periode berikutnya.

BACA JUGA: Desakralisasi Kearifan Lokal untuk Mitigasi Karhutla

 

Produksi Sawit Malaysia Naik Tipis pada Agustus

Di tengah proyeksi tersebut, produksi minyak sawit Malaysia pada Agustus 2026 tercatat 1,81 juta ton, meningkat 1,4 persen dibandingkan Juli 2026.

Kenaikan produksi bulanan tersebut didukung oleh meningkatnya pengumpulan tandan buah segar (TBS) serta perbaikan tingkat ekstraksi minyak dibandingkan bulan sebelumnya.

Namun, secara tahunan produksi masih berada di bawah capaian periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan tersebut menjadi yang keenam secara berturut-turut secara tahunan sejak Maret 2026.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumbar Periode IV September 2026 Turun Rp55,44 per Kg

Sementara itu, kinerja ekspor sepanjang Januari hingga Agustus 2026 masih menunjukkan pertumbuhan. Ekspor kumulatif mencapai sekitar 10,4 juta ton, meningkat 806 ribu ton dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski demikian, ekspor pada Agustus mengalami tekanan. Pengiriman turun 7,5 persen secara bulanan menjadi 1,29 juta ton, terutama akibat melemahnya pengiriman ke kawasan Asia Selatan dan Timur Tengah.

 

Malaysia Hadapi Perubahan Pasokan Global

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa pasar sawit Malaysia pada 2027 akan menghadapi dinamika pasokan global yang cukup besar. Penurunan produksi di Indonesia dan Malaysia berpotensi mengurangi ketersediaan sawit dunia, sementara peningkatan konsumsi biodiesel Indonesia diperkirakan mengurangi volume yang tersedia untuk ekspor.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Turun pada Rabu (23/9), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Masih Melemah

Bagi Malaysia, kondisi tersebut dapat meningkatkan arti penting perannya sebagai pemasok bagi pasar internasional. Namun, kemampuan mempertahankan ekspor sekitar 16 juta ton tetap akan bergantung pada perkembangan produksi domestik, konsumsi, stok dan permintaan dari negara-negara importir. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com