InfoSAWIT, JAKARTA – Kemitraan bagi pekebun sawit bukan sekadar soal produksi. Pengalaman KUD Sadar Sejahtera di Musi Rawas menunjukkan, pengetahuan, kelembagaan, pembiayaan, hingga pendidikan anak ikut menentukan keberlanjutan kebun rakyat.
Bagi Arman Fahmi, Ketua Koperasi Unit Desa (KUD) Sadar Sejahtera di Desa Beliti Jaya, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, kemitraan dengan perusahaan merupakan perjalanan panjang yang memberikan banyak pelajaran. Ia pernah menjadi bagian dari pekebun plasma, kemudian menyaksikan koperasi keluar dari kemitraan dan mencoba mengelola kebun secara mandiri, hingga akhirnya kembali membangun kerja sama dengan perusahaan.
Pengalaman tersebut membuatnya memahami bahwa keberlanjutan tidak hanya ditentukan oleh produktivitas kebun, tetapi juga oleh pengetahuan, organisasi dan dukungan yang dimiliki pekebun. “Kalau tidak bermitra, lebih susah mengurus kebun karena pengetahuan kami terbatas. Kalau meningat kembali, saya berharap perbedaan yang pernah terjadi dulu dapat diselesaikan dengan lebih baik sehingga kami bisa bekerja sama sejak awal,” ujarnya.
BACA JUGA: Ekspor Sawit Indonesia Turun pada Juli 2026, Pengiriman ke India dan Rusia Tertekan
KUD Sadar Sejahtera kini kembali membangun kemitraan dan bersiap menghadapi babak selanjutnya, yaitu melaksanakan peremajaan tanaman sawit mereka melalui Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) bersama Sinar Mas Agribusiness and Food. Total lahan yang diremajakan yaitu seluas 1.797 hektare dan melibatkan lebih dari 2.000 pekebun mandiri.
PSR merupakan program pemerintah untuk membantu pekebun rakyat meremajakan tanaman kelapa sawit dengan tanaman yang lebih produktif, berkualitas, dan berkelanjutan. Program ini juga menjadi salah satu upaya meningkatkan produktivitas kebun rakyat tanpa perlu membuka lahan baru, dengan dukungan pendanaan yang dikelola dan disalurkan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).
Pelaksanaan PSR bukan sekadar kegiatan mengganti tanaman tua dengan tanaman baru, tetapi juga membutuhkan kesiapan pekebun memenuhi berbagai persyaratan dan ketentuan dalam pengajuan PSR, termasuk dukungan pembiayaan. Karena itu, tim Center of Excellence (CoE) PSR Sinar Mas Agribusiness and Food turut membantu melakukan pendampingan dalam mengakses pembiayaan, serta memfasilitasi komunikasi dengan lembaga perbankan.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 7–13 Oktober 2026, Umur 9 Tahun Rp3.866,97/Kg
Muhammad Iqbal selaku Head of PSR Sinar Mas Agribusiness and Food menyampaikan bahwa pendampingan ini merupakan bagian dari empat pilar kemitraan sawit rakyat perusahaan, yaitu PSR, Sarana dan Prasarana (Sarpras), pembiayaan dan beasiswa. “Koperasi tidak hanya dipersiapkan agar mampu memenuhi persyaratan PSR, tetapi juga didorong untuk memiliki tata kelola dan administrasi yang semakin baik, agar koperasi menjadi bankable sehingga mampu mengakses sumber pembiayaan secara lebih proporsional dan profesional,” ucap Iqbal.
Lebih dari sekadar produktivitas
Kemitraan memberikan manfaat yang nyata bagi pekebun. Perusahaan memberikan bimbingan teknis secara rutin, mulai dari penerapan Good Agricultural Practices (GAP), pemupukan dan penyemprotan hingga pengelolaan kebun.
Pekebun juga memperoleh akses terhadap bibit unggul yaitu Dami Mas dan pendampingan pengelolaan yang mengikuti standar operasional perusahaan. Menurut Arman, hal ini membantu menjaga produktivitas sekaligus memastikan kebun dikelola secara lebih terarah. Namun, ia melihat manfaat kemitraan lebih jauh dari sekadar hasil panen.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik Pada Selasa (6/10), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Melemah
Selain kemudahan mendapatkan bibit unggul, kemitraan juga membuka akses terkait pendampingan dalam pengajuan program Sarpras BPDP. KUD Sadar Sejahtera pada tahun 2025 berhasil mendapatkan bantuan Sarpras pupuk untuk 138 pekebun dengan luasan sebesar 173,87 hektare. Bantuan pupuk tersebut dialokasikan untuk kebutuhan selama dua tahun dan dikirimkan dalam bentuk barang untuk memenuhi kebutuhan selama dua tahun. (*)
Lebih lengkap Baca Majalah InfoSAWIT Edisi September 2026
