Ia menambahkan, kawasan gambut menjadi salah satu wilayah paling rentan di sekitar area kerja koperasi. Selain memiliki risiko kebakaran, lokasi yang sulit dijangkau membuat proses pemadaman membutuhkan waktu dan upaya lebih besar.
Bagi Koperasi Belayan Sejahtera, pencegahan karhutla tidak cukup dilakukan melalui larangan dan sosialisasi. Diperlukan keterlibatan masyarakat, peningkatan kemampuan kelompok tani, serta penyediaan alternatif pembukaan lahan yang dapat dijangkau petani.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa petani sawit swadaya juga dapat menjadi bagian penting dari upaya perlindungan lingkungan. Melalui kesiapsiagaan dan kerja sama di tingkat desa, risiko kebakaran di sekitar perkebunan diharapkan dapat ditekan. (T2)



















