Pemerintah Diminta Tidak Lagi Hidupkan Subsidi untuk Minyak Goreng Sawit Curah

oleh -1.131 Kali Dibaca
InfoSAWIT
Dok. Istimewa / Pengamat ekonomi sekaligus pengajar di sejumlah kampus ternama di Kota Medan, Gunawan Benjamin

InfoSAWIT, MEDAN – Harga minyak goreng migor (curah) di berbagai provinsi di Indonesia, termasuk di Sumatera Utara, mengalami penurunan mendekati atau bahkan bisa lebih rendah dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp 14.00//liter atau Rp 15.500/kg.

Apa yang terjadi pada harga migor curah memberikan pengaruh pada harga migor kemasan, baik sederhana maupun kemasan yang turun signifikan dari Rp 25.000 hingga ke Rp 29.000 per liter menjadi Rp 20.000 – Rp 23.000/liter.

Melihat tren positif ini, pengamat ekonomi sekaligus pengajar di sejumlah kampus ternama di Kota Medan, Gunawan Benjamin, meminta pemerintah untuk mengambil langkah yang tepat dan cermat.

BACA JUGA: Petani Pertanyakan Kebijakan DMO-DPO

“Misalnya untuk subsidi migor curah. Kan memang subsidi untuk migor curah sudah dicabut. Nah ke depan, saya berharap tidak ada lagi kebijakan subsidi lanjutan khusus untuk minyak goreng,” kata Gunawan kepada InfoSAWIT, Selasa (7/6/2022) siang.

Sebab, kata dia, jika harga minyak goreng sudah bisa dikendalikan, maka subsidi sudah tidak diperlukan lagi. 

Lagipula, ujar Gunawan, Penurunan harga minyak goreng tersebut justru sudah menepis kekhawatiran yang muncul sebelumnya yang menyebutkan  bahwa pencabutan subsidi minyak goreng curah akan membuat harganya melambung. 

Ia berharap penurunan harga minyak goreng curah iru bisa merata dan harga yang sama di semua pedagang pengecer. 

“Jangan lagi ada gejolak harga migor seperti yang sudah-sudah,” kata dia.

Kata dia, yang penting bagi pemerintah sebenarnya adalah menjaga momentum dan daya beli masyarakat, bukan memberikan subsidi migor terus-menerus.

Salah satu cara menjaga momentum daya beli masyarakat itu adalah dengan memberikan bantuan sosial agar masyarakat punya daya beli terhadap bahan pokok yang harganya terus mengalami kenaikan.

“Oke bantuan sosial tetap dikucurkan, tapi tidak untuk subsidi migor. Bansos harus dikucurkan seiring dengan pemulihan ekonomi yang melambat serta tingginya laju tekanan inflasi yang menekan daya beli masyarakat kita,” kata dia. (T5)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com