Kabupaten Kutai Kartanegara Targetkan Produksi Sawit Diatas 3 Juta Ton

oleh -506 Dilihat
infosawit
Dok. Istimewa

InfoSAWIT, KUKAR – Kepala Dinas Perkebunan Kutai Kartanegara (Kukar), H Muhammad Taufik, mengungkapkan terdapat 7 komoditas strategis perkebunan di wilayahnya, yakni kelapa sawit, kelapa dalam, lada, karet, kopi, kakao, dan aren.

Dari 7 komoditas tersebut yang menjadi andalan adalah kelapa sawit lantaran sudah yang di ekspor, lantas disusul karet, sementara lada agak menurun baik luasnya maupun produksinya menurun karena ada alih fungsi lahan.

Sebab itu, kata Taufik, untuk produksi kelapa sawit pada tahun 2023, pihaknya telah meningkat target produksi dari tahun sebelumnya, yakni lebih dari 3 juta ton.

BACA JUGA: Cerita Kapang, Dari Karyawan Kebun Hingga Jadi Petani Sawit Swadaya

Sementara, sebelumnya, di tahun 2022, Disbun Kukar menargetkan produksi kelapa sawit dari perkebunan rakyat sebanyak 283.366 ton dan Perusahaan Besar Sawit (PBS) sebanyak 2.483.302 ton. “Di tahun 2023 ini ditargetkan sebanyak 297.032 ton untuk perkebunan rakyat dan 2.801.530 ton untuk PBS. Kenaikannya 12% dari tahun sebelumnya,” kata Taufik, seperti dilansir Mediaetam.com.

Ungkap Taufik, saat ini memang masih ada beberapa keluhan yang disampaikan oleh petani terkait tingkat produktivitas yang masih belum mencapai titik ideal. Lebih lanjut kata Taufik, salah satu penyebabnya karena pemanenan tidak bisa dilakukan secara maksimal, lantaran kondisi prasarana jalan masuknya rusak yang menyebabkan tidak bisa mengeluarkan sawit, akhirnya dibiarkan saja dan membusuk di pohon.

BACA JUGA: 50 Petani Sawit Swadaya Aceh Utara Ikut Diklat Pengolahan Kelapa Sawit

“Ada juga beberapa lokasi yang dibiarkan jatuh sehingga itu tidak dihitung sebagai produksi, seolah-oleh rendah padahal produktivitasnya ada,” tandas dia. (T2)


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari infosawit.com. Mari bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.