Gamal Nasir: Mau Ekspor, Tata Niaga Benih Sawit Benahi Dulu

oleh -5.896 Kali Dibaca
infosawit
Dok. InfoSAWIT

InfoSAWIT, JAKARTA – Menyoroti adanya rencana ekspor benih kelapa sawit, pakar sekaligus tokoh perkebunan, Gamal Nasir mengingatkan, pentingnya menata tata niaga benih kelapa sawit nasional. Mengingat saat ini masih marak pemasaran kecambah illegal bahkan menjadi lebih masif memanfaatkan marketplace.

Menurut Gamal Nasir, di Indonesia tidak boleh lagi ada peredaran benih tidak bermutu di masyarakat selaku negara penghasil benih kelapa sawit terbesar di dunia. Dengan potensi ketersediaan benih hingga 260 juta, seharusnya pekebun tidak boleh lagi kesulitan mendapatkan kecambah kelapa sawit.

“Sebelum berpikir melakukan ekspor, produsen benih harus memastikan seluruh masyarakat bisa mengakses kecambah benih sawit dengan mudah. Sumber benih harus membuat sistem pelayanan yang memungkinkan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan akses terhadap benih unggul bermutu,” jelas Gamal Nasir dalam keterangannya kepada InfoSAWIT, Jumat (27/1/2023).

BACA JUGA: Politisi Golkar: Minyak Sawit Banyak Miliki Keunggulan

Faktanya saat ini terdapat 19 produsen benih yang menghasilkan 62 varietas, artinya masyarakat sangat dimanjakan dengan pilihan bahan tanam unggul. Hanya saja kenyataannya hanya beberapa jenis saja dan sumber benih saja yang diketahui pekebun sehingga seringkali  pemesanan menumpuk di beberapa produsen benih dengan waktu tunggu hingga 6 bulan lebih. Beberapa sumber benih ada yang hanya fokus melayani kebutuhan sendiri.

Selain itu, masyarakat dengan kebutuhan kecil sekitar 100 hingga 200 kecambah, khususnya petani sawit swadaya, seringkali tidak terakomodir dalam sistem layanan sumber benih. Sehingga banyak warga negara Indonesia tersebut akhirnya untuk mendapatkan kecambah bersertifikat, lalu berusaha mendapatkan sumber-sumber tidak resmi salah satunya melalui marketplace yang berujung memperoleh benih ilegitim. Hal ini yang seharusnya tidak boleh terjadi.

BACA JUGA: Separuh Petani Sawit di Jambi Masih Gunakan Bibit Asalan

“Sebaiknya produsen benih dan pemerintah wajib memfasilitasi masyarakat mendapatkan kecambah. Selain itu aturan yang mengharuskan produsen benih mengalokasikan kecambah 20% – 30% untuk pekebun perlu dihidupkan kembali,” tandas Founder Gamal Institute tersebut. (T2)


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com