InfoSAWIT, Jakarta – Adanya tuduhan yang ditujukan terhadap PT Astra Agro Lestari Tbk., (AAL) terkait suplai pasokan minyak sawit kepada PepsiCo, mendapatkan respon keprihatinan dari pihak perusahaan.
Direktur Government Affairs dan Communications PepsiCo Indonesia, Gabrielle Angriani Johny mengatakan, dirinya sangat prihatin dengan adanya tuduhan yang ditujukan terhadap PT Astra Agro Lestari Tbk., (AAL) dan sedang meninjaunya melalui proses pengaduan yang mereka miliki.
“Meskipun PepsiCo tidak mengambil pasokan langsung dari AAL, kami melibatkan pemasok yang membeli dari mereka,” kata Gabrielle kepada InfoSAWIT melalui email pada Rabu (15/3/2023).
BACA JUGA: Astra Agro Siap Dialog Dengan PepsiCo dan FrieslandCampina Tentang Sustainability
Lebih lanjut tutur Gabrielle Angriani Johny, pihak perusahaan telah meminta agar para pemasok dapat menangguhkan produk minyak sawit dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang diidentifikasi berpotensi terkait dengan keluhan dan tuduhan tersebut.
Sebagai informasi, PepsiCo merupakan salah satu dari pembeli terbesar minyak sawit yang digunakan pada industri consumer products.
Pembelian pada 2021 merepresentasikan sekitar 1% dari pasokan minyak sawit di pasar global, terutama digunakan pada berbagai produk makanan, lantaran memiliki banyak ketersediaan dan membantu stabilitas pada produk makanan yang dihasilkan.
BACA JUGA: Bali Soap: Dari Souvenir Hingga Pasar Ekspor Produk Ramah Lingkungan Bersertifikat RSPO
PepsiCo sendiri menggunakan ingredients (berbagai unsur bahan baku) dari lebih 30 negara pemasok yang mendukung lebih dari 100 ribu pekerjaan sepanjang mata rantai agrikultur. Skala global ini digunakan, demi kemajuan atas progres standar agrikultur berkelanjutan dunia di masa depan.
Tujuannya, supaya PepsiCo dapat menjadi catalyst (pengikat) untuk perubahan lebih baik, lantaran PepsiCo mengakui bagaimana pertumbuhan makanan adalah bagian terpenting dari sistim makanan berkelanjutan.
“Kami berkomitmen untuk memainkan peran dalam mencapai tujuan perusahaan, demi terciptanya transformasi sektor minyak sawit dan mendapatkan 100% suplai minyak sawit berkelanjutan,” paparnya menegaskan. (T1)
