Selain penggunaannya sebagai bahan baku industri oleokimia, PFAD memiliki potensi lain sebagai bahan baku untuk memproduksi bahan atau senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Hal ini karena PFAD memiliki kandungan bahan-bahan bioaktif seperti vitamin E (tocopherol dan tocotrienol), phytosterol dan squalene.
Kandungan senyawa bioaktif dalam PFAD yang dihasilkan dari berbagai refinery di Indonesia telah diidentifikasi oleh Estiasih, dkk (2013).
Dari informasi tersebut terlihat bahwa PFAD memiliki potensi sebagai bahan untuk memproduksi senyawa bio-aktif khususnya vitamin E, phytosterol dan squalene. Pemanfaatan PFAD sebagai bahan baku dalam produksi senyawa bioaktif ini merupakan alternatif karena umumnya produksi senyawa-senyawa tersebut dilakukan dengan bahan baku CPO atau minyak nabatilain bahkan untuk squalene banyak diekstraksi dari hati ikan hiu.
BACA JUGA: Hayo Daftar Beasiswa Sawit Dibuka 13 Mei-19 Juni 2023, Kuota 2000 Orang!
Bahan bioaktif seperti Vitamin E, phytosterol dan squalene banyak digunakan sebagai suplemen pangan dikarenakan manfaatnya yang baik bagi kesehatan. Vitamin E khususnya tocotrienol diketahui bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol jahat,melawan penyakit jantung dan kanker. Demikian juga denganphytosterol. Squalene merupakan senyawa hidrokarbon C30H50memiliki sifat antioksidan yang baik dan dapat menjaga kesehatan kulit, menurunkan kadar kolesterol dalam darah sehingga baik untuk pencegahan penyakit jantung. Senyawa ini dapat mencegah kankerdan tumordan diyakini meningkatkan sistem kekebalan. (Gunes, 2013).
Penulis: Wahyu Purwanto dan Wiwik Handayani /Peneliti Agro Industri Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)
