Benarkah Sawit Penyumbang Emisi Tertinggi

oleh -12.131 Kali Dibaca
infosawit
Dok.Sawit Fest 2021/Miftahurrohman

Sementara untuk luas lahan yang digunakan perkebunan kelapa sawit hanya sekitar 14,3 juta ha (data tahun 2020), termasuk perkebunan sawit rakyat dan pemerintah. Selain itu sebagian besar dari kawasan yang dipergunakan tersebut berasal dari lahan penutupan bukan hutan atau semak belukar, padang ilalang, lahan terlantar dan sebagainya dari total luas daratan Indonesia sekitar 1,8 juta sq km.

Jauh dibanding dengan Rusia yang menggunakan tutupan kawasan hutan seluas 144 ribu sq km dari land area yang dimiliki sebanyak 16,3 juta sq km. Demikian pula Brazil, pada periode itu telah menggunakan kawasan tutupan hutan seluas 164 ribu sq km dari land area yang dimiliki sejumlah 8,4 juta sq km.

Dengan demikian jelas bahwa penggunaan kawasan tutupan hutan di Indonesia masih dalam takaran normal. Lantas apa benar dengan pesatnya pertumbuhan perkebunan kelapa sawit nasional, pada akhirnya pula membuat peringkat kontribusi emisi Indonesia berada diurutan teratas?

BACA JUGA: Pelaku Sawit dan Pemerintah Sinergi Turunkan Emisi Karbon

Merujuk statistik ourworldindata (https://ourworldindata.org), emisi karbon dunia tahun 2017 lalu secara total mencapai 36,2 miliar ton, dimana China tercatat sebagai penyumbang terbesar emisi dengan kontribusi emisi sebanyak 9,8 miliar ton atau sekitar 27% dari total emisi di dunia.

Lantas disusul kawasan Uni Eropa mencapai 6,1 miliar ton atau sebanyak 17%, kemudian Amerika Serikat menghasilkan emisi karbon mencapai 5,8 miliar ton atau setara 15% dari total emisi karbon.

Sementara Indonesia hanya berkontribusi sekitar 489 juta ton atau sekitar 1,4% dari total emisi karbon di dunia. Angka ini masih berada dibawah Jepang yang memiliki pengeluaran emisi karbon sebanyak 1,2 miliar ton (3,3%), Iran mencapai 672 juta ton (1,9%), Saudi Arabia sejumlah 635 juta ton (1,8%), dan Korea Selatan mencapai 616 juta ton (1,7%).

BACA JUGA: TSE Group Bergabung Dalam Komitmen Zero Emissions 2050

Masih merujuk ourworldindata, untuk perhitungan emisi karbon per kapita mencatat negara-negara produsen minyak mentah dunia dengan rata-rata populasi rendah menjadi kontributor utama, tercatat sebagian besar berasal dari negara-negara di kawasan Timur Tengah seperti Qatar, yang pada 2017 lalu memiliki emisi karbon per kapita tertinggi mencapai  49 ton (t), diikuti oleh Trinidad dan Tobago (30t); Kuwait (25t); Uni Emirat Arab (25t); Brunei (24t); Bahrain (23t) dan Arab Saudi(19t).

Demikian juga bila dihitung dari negara-negara dengan populasi banyak mencatat berkontribusi pada meningkatnya emisi karbon yang cukup tinggi, Australia tercatat menjadi penyumbang emisi tertinggi mencapai 17 juta ton per kapita, lantas disusul Amerika Serikat sebesar 16,2 ton/ kapita, dan Kanada sebesar 15,6 ton/ kapita. Negara-negara ini memiliki 3 kali lebih tinggi dari rata-rata emisi karbon global, yang pada 2017 mencapai 4,8 ton per kapita. (*)

Penulis: Teguh Patriawan/ Wakil Ketua Komite Tetap Pengembangan Perkebunan Kadin Pusat

Lebih Lengkap Baca: Majalah InfoSAWIT Edisi Februari 2023


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com