InfoSAWIT, BEKASI – Dalam perekonomian Indonesia sektor pertanian secara tradisional dikenal sebagai sektor penting lantaran berperan sebagai sumber utama pangan, energi dan pertumbuhan ekonomi. Peranan sektor ini di Indonesia masih dapat ditingkatkan lagi apabila dikelola dengan baik, utamanya bagi komoditas strategis kelapa sawit.
Apalagi, sub sektor perkebunan kelapa sawit memiliki pontensi besar bagi perekonomian Indonesia, sayangnya belum banyak pihak paham tentang kelapa sawit, bahkan masih banyak anggapan bahwa kelapa sawit merupakan komoditas perusak dan berdampak negatif bagi lingkungan.
Diungkapkan Ketua Forum Pemuda Sawit Indonesia, Hendro Kartiko, dirinya merasa prihatin lantaran masih marak black campaign tentang kelapa sawit. Diakui Hendro, kondisi ini terjadi ditengarai akibat masih kurangnya informasi tentang nilai-nilai kebaikan dari kelapa sawit.
“Sebab itu guna melawan black campaign terhadap kelapa sawit kita membutuhkan sebuah gerakan yang terstruktur, sistematis, dan masif yang dapat diinisiasikan oleh anak-anak muda,” katanya saat Jalan Santai Bersama Generasi Sawit Baik Untuk Indonesia, di area CFD Jakarta, Minggu (18/6/203).
Dengan menginformasikan manfaat dari tanaman kelapa sawit bisa menjadi jalan bagi upaya menjawab tantangan global. “Yang kita bela disini adalah tanaman kelapa sawitnya, menurut saya tidak ada lagi tanaman yang lebih baik dari tanaman kelapa sawit, memiliki banyak manfaat seperti sumber kesehatan, kecantikan, sebagai sumber pangan dan energi terbarukan yang dimana menjadi pusat perhatian global,” kata Hendro dalam keterangannya diterima InfoSAWIT, Rabu (21/6/2023).
Lebih lanjut kata dia, kelapa sawit memiliki produktivitas paling tinggi dibandingkan dari tanaman penghasil minyak nabati lainya. Terahir yang paling dikagumi dari tanaman kelapa sawit adalah zero waste atau tidak menyisakan sedikitpun limbah.
Kata Hendro, anak muda memiliki potensi besar untuk menjadi agen kampanye positif yang efektif dalam mendorong perubahan sosial. Peran dan kontribusi pemuda diharapkan dapat dilakukan bagi sektor kampanye positif tentang kelapa sawit antara lain aktif memberikan masukan, saran dan pandangan sistematis tentang arah kebijakan kelapa sawit yang berkelanjutan.
“Tak hanya itu, generasi muda juga berkontribusi dalam diseminasi informasi terkait manfaat positif sawit, dan turut berperan aktif dalam mendorong pemanfaatan produk berbasis kelapa sawit yang memiliki potensi besar di Indonesia, mari kita lawan mitosnya dengan ungkap faktanya,” tandas Hendro. (T2)
