InfoSAWIT, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa, 20 Juni 2023, turun 0,28 persen atau sebesar 18,58 poin. IHSG menjadi level 6.660,46.
Turunnya IHSG level yang kian terperosok ini, akibat resesi ekonomi di Tiongkok yang kian bertambah parah. Pasalnya, penurunan produksi dari pabrik manufaktur terus terjadi. Akibatnya, banyak pihak yang meminta Tiongkok, mulai meningkatkan konsumsi domestiknya.
Krisis ekonomi paska pandemi covid 19 di banyak negara, menjadi pemicu utama turunnya permintaan barang dari Tiongkok. Sebab itulah yang menjadikan para investor saham menjadi lebih pasif, menunggu adanya sinyal positif ekonomi ke arah positif perbaikan.
BACA JUGA: Pangsa Pasar Minyak Sawit di Aljajair Terus Tumbuh, Ini Besarannya..
Kinerja perdagangan saham hari ini, di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi gambaran akan gejolak ekonomi yang kian tak menentu. Alhasil, investor saham sebagian besar diam seribu bahasa.
Hari ini perdagangan Bursa saham melakukan frekuensi transaksi Sebanyak 1,06 juta kali. Dengan volume saham sebanyak 16 miliar berpindah tangan. Tercatat nilai transaksi mencapai Rp. 8,19 Triliun.
Hingga perdagangan Selasa sore (20/6/2023), sebanyak 338 saham harga jualnya melemah dan sebanyak 213 saham tidak bergerak alias stagnan.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Riau Plasma Periode 21-27 Juni 2023 Naik Rp 116,31/kg, Cek Harganya..
Gejolak menurunnya IHSG level, mampu ditopang kejatuhan lebih dalamnya, melalui harga jual dari 197 saham yang masih tetap menghijau. Diantaranya dari harga jual saham sawit sebanyak 5 saham yang masih menghijau, dipimpin saham SSMS atau PT. Sawit Sumbermas Sarana Tbk., yang naik hingga 4,12 persen.
Penasaran dengan harga jual saham sawit yang naik hari ini? Ikuti terus informasi terbaru dan terkini emiten sawit hanya di InfoSAWIT. Jejaring berita Mitra Media Networks. (T1)
Disclaimer: Tulisan ini hanya sebagai referensi bagi pembaca. Tidak untuk mengajak atau mempengaruhi keputusan seseorang dalam berinvestasi. Segala tindakan yang diambil dalam berinvestasi saham, bukan menjadi tanggung jawab redaksi.
