InfoSAWIT, JAKARTA – Minyak sawit telah menjadi salah satu komoditas penting dalam industri minyak makan di seluruh dunia. Selain memiliki kualitas yang baik dan ketersediaan yang melimpah, minyak sawit juga memenuhi standar internasional yang ditetapkan oleh Food and Agriculture Organization (FAO) melalui Code and Decode (CODEX) Alimentarius.
FAO adalah lembaga internasional yang bertanggung jawab dalam mempromosikan pertanian, pangan, dan nutrisi yang berkelanjutan. Mereka telah mengakui minyak sawit sebagai salah satu dari 17 minyak makan yang memenuhi standar CODEX Alimentarius. CODEX Alimentarius Commission adalah badan yang dibentuk oleh FAO dan World Health Organization (WHO) untuk mengembangkan standar keamanan pangan internasional.
Dikutip InfoSAWIT dari Buku Fakta Kelapa Sawit, salah satu persyaratan yang diatur oleh CODEX Alimentarius Commission adalah kandungan karoten dalam minyak makan. Karoten adalah senyawa pigmen alami yang memberikan warna oranye atau merah pada banyak buah dan sayuran. Menurut standar CODEX, minyak makan yang memenuhi persyaratan harus memiliki kandungan karoten sebesar 500-2.000 ppm (parts per million).
BACA JUGA: Sawit Watch Sebut Banyak Contoh Penyelesaian Sawit Dalam Kawasan Hutan Lewat Hukum
Minyak sawit memenuhi standar ini dengan kandungan karoten alami sebanyak 500-700 ppm. Karoten alami dalam minyak sawit memberikan warna merah oranye yang khas pada minyak tersebut. Selain memberikan warna yang menarik, karoten juga memiliki manfaat kesehatan yang penting. Karoten merupakan prekursor vitamin A yang diperlukan oleh tubuh untuk menjaga kesehatan mata, kulit, dan sistem kekebalan tubuh.
Dalam industri minyak makan, minyak sawit juga dikenal karena memiliki stabilitas yang tinggi. Ini berarti minyak sawit dapat tahan terhadap oksidasi dan perubahan kimia yang disebabkan oleh panas, cahaya, dan oksigen. Kestabilan ini menjadikan minyak sawit menjadi pilihan yang baik untuk penggorengan dan pengolahan makanan dalam skala industri.
Meskipun minyak sawit memenuhi persyaratan CODEX Alimentarius Commission terkait kandungan karoten, industri minyak sawit terus melakukan penelitian dan pengembangan untuk meningkatkan kualitas dan nilai gizi minyak sawit. Upaya ini termasuk dalam rangka meningkatkan manfaat kesehatan yang dapat diperoleh dari konsumsi minyak sawit.
BACA JUGA: Pemerintah Dorong Penelitian Sawit 4.0 Untuk Teknologi Pendataan Sawit Rakyat
Guna memastikan keberlanjutan industri minyak sawit, pemerintah dan pemangku kepentingan terkait terus bekerja sama untuk memperbaiki praktik pertanian kelapa sawit, mengurangi dampak lingkungan, dan meningkatkan kondisi sosial masyarakat di sekitar perkebunan kelapa sawit.
Dengan memenuhi standar CODEX Alimentarius Commission, minyak sawit telah terbukti menjadi bahan baku yang dapat dipercaya dalam industri minyak makan. Dukungan terhadap pengembangan dan implementasi praktik pertanian yang berkelanjutan akan memastikan minyak sawit tetap menjadi sumber yang berkelanjutan dan berkualitas tinggi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat global. (T2)
