InfoSAWIT, JAKARTA – Bisnis minyak sawit dan turunannya memang masih berkembang pesat, lantaran konsumsi minyak nabati pasar global masih terus bertumbuh. Selain itu, konsumsi domestik juga makin bertumbuh setiap tahunnya.
Pusat Data Bisnis InfoSAWIT menganalisa akan pertumbuhan konsumsi pada 2023 akan bertumbuh 11 persen. Analisa ini berdasarkan data tren konsumsi minyak sawit global selama dua dekade atau 20 tahun lalu.
Rata-rata pertumbuhan konsumsi pada dekade pertama, tahun 2003-2012 lalu, setiap tahunnya bertumbuh antara 8 persen hingga 12 persen.
BACA JUGA: Periode 1-15 Juni: Harga Referensi CPO Turun, BK dan PE CPO Ditetapkan US$ 116 Per Ton
Selanjutnya pada dekade kedua, tahun 2012 hingga tahun 2021 silam, pertumbuhan konsumsi minyak sawit global berkisar 9 persen hingga 13 persen setiap tahunnya.
Peningkatan konsumsi minyak sawit global tersebut, secara cepat direspon pebisnis minyak sawit Indonesia. Wajar, bila kemudian bisnis sawit berkembang pesat.
Tepatnya pada tahun 2015 silam, paska pembentukan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), yang salah satu tugasnya, membantu membayar selisih harga biodiesel yang dikonsumsi masyarakat luas. Berbekal program B2, 5 sampai B35 di Tahun 2023 ini, industri biodiesel telah mendapatkan subsidi harga jual hingga Ratusan Triliun rupiah dari dana BPDPKS yang dipungut dari harga jual minyak sawit mentah (CPO).
BACA JUGA: IHSG Rabu 31 Mei 2023 Turun 0,048 persen Jadi Level 6.633,26
Nah, performa bisnis perusahaan sawit, mengikuti semua tren yang berkembang hingga dewasa ini, dari pertumbuhan konsumsi luar negeri hingga pertumbuhan konsumsi dalam negeri.
Selain itu, regulasi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah juga menjadi bagian dari konsen pelaku usaha perkebunan kelapa sawit jingga industri hilirnya.
Masih penasaran dengan Performa Bisnis Perusahaab Sawit seperti apa? Ikuti terus beritanya hanya di InfoSAWIT. Bukan sekedar Berita Sawit dan berbagi ilmu pengetahuan sawit Indonesia. (T1)
