InfoSAWIT, BOGOR – Diungkapkan Kepala Bidang Riset dan Pengembangan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Dwi Asmono, Program Grant Riset Sawit (GRS) yang dilaksanakan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) sudah sejalan dengan program riset dan pengembangan yang ada di GAPKI.
Sebab itu hanya memerlukan adanya kolaborasi antar institusi untuk dapat menjalankan program riset dan pengembangan. “GAPKI memposisikan diri sebagai calon pengguna dari hasil riset dan pengembangan”, jelas Dwi Asmono.
Untuk itu, melalui Bidang Riset dan Pengembangan, GAPKI melakukan audiensi kepada beberapa institusi, baik di lembaga penelitian pemerintah, lembaga penelitian di perguruan tinggi, asosiasi dan lembaga lainnya termasuk BPDPKS sebagai lembaga pemberi dana riset sawit. Tujuan utamanya yakni melakukan sinkronisasi dalam merealisasikan riset dan pengembangan yang kebutuhannya sudah diidentifikasi.
BACA JUGA: BPDPKS dan GAPKI Kolaborasi Memajukan Industri Kelapa Sawit Melalui Riset dan Pengembangan
Sementara Anggota Komite Penelitian dan Pengembangan BPDPKS, Prof. Bustanul Arifin mengapresiasi upaya GAPKI yang sedang menggerakan “demand-driven research”. Artinya, kebutuhan riset yang memang datang dari calon pengguna. Harapannya daftar dari kebutuhan riset ini dapat diterjemahkan dengan baik oleh para ahli atau peneliti Indonesia sehingga menghasilkan riset yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.
“Peran Pemerintah dalam hal ini menjadi regulator yang kebijakannya diharapkan dapat mendukung program ini. BPDPKS telah berkontribusi dalam mendukung riset dan pengembangan dengan dukungan dari dana sawit,” katanya.
BACA JUGA: 62 Proposal Grant Riset Sawit 2023 Lulus Lanjut ke Tahap Presentasi
Tony Liwang menyarankan agar fokus Best Management Practices yang akan dikembangkan oleh GAPKI berupa output yang lebih atraktif dan komunikatif. “Baiknya dapat berupa e-catalog atau e-book yang atraktif, jangan dalam bentuk laporan yang pada umumnya,” saran Tony. (T2)
