InfoSAWIT, JAKARTA – Sampai hingga saat ini jual-beli benih sawit palsu (tidak bersertifikat) masih tetap berlangsung, bila sebelumnya pola jualnya dengan harga murah dan ekonomis, maka saat ini pola penjualan mulai berubah.
Diungkapkan Agus Susanto dari Pusat Peneliti Kelapa Sawit (PPKS), pola penjulan benih sawit kelapa sawit tidak lagi mengenai harga ekonomis, melainkan dengan anggapan bahwa pohon kelapa sawit bila di pupuk maka pohon kelapa sawit akan berproduksi tinggi.
“Jadi mereka mendorong anggapan bahwa bibit kelapa sawit tidak ada yang palsu atau tidak, yang penting di pupuk rutin dengan pupuk yang bagus maka bibit sawit akan tumbuh dan menghasilkan buah secara maksimal,” katanya dikutip InfoSAWIT dari Channel Yotube Agus Susanto.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN 7 Juli 2023 Turun Rp 123/kg
Lantas yang kedua, lantaran kondisi yang terpaksa, sebab yang membutuhkan bibit sawit berada dipelosok dan sulit akses berada di daerah terpencil. Belum lagi tidak ada cabang yang menjual bibit sawit di daerah tersebut.
“Yang pasti produsen benih sawit tidak akan menjual bibt sawit melalui toko online, sebab penjualan bibit sawit ada aturannya,” katanya.
Bahkan kata Agus, pemerintah juga saat ini sedang menggalakan penertiban terhadap penjualan benih sawit melalui market place/toko online. Cara demikian supaya para petani tidak lagi tertipu dengan jual beli benih sawit via online.
BACA JUGA: Peroleh Dana BPDPKS Periode Jan-Juni 2023 Capai Rp 15,44 Triliun
Terakhir pola yang dilakukan dengan meniru kontak dari produsen benih sawit, sehingga para petani tertipu dengan nomor kontak tersebut. Sebab itu saran Agus, petani harus memastikan kontak terbut benar dari produsen benih.
“Sebab itu petani harus hati-hati dalam membeli benih sawit unggul, yang penting pastikan kontak produsen benih benar-benar asli bukan palsu,” tandas dia. (T2)
