RSPO dan Kemenkop UKM Kerjasama Tingkatkan Sertifikasi Pada Petani Sawit Swadaya

oleh -1343 Dilihat
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. InfoSAWIT/ RSPO dan Kemenkop UKM Kerjasama Tingkatkan Sertifikasi Pada Petani Sawit Swadaya, Senin (10/7/2023) di Jakarta.

InfoSAWIT, JAKARTA –  Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia telah menandatangani Nota Kesepahaman (MOU) untuk mempercepat kemajuan petani kelapa sawit Indonesia menjadi lebih berkelanjutan sambil membuka peluang untuk mata pencaharian yang lebih baik dan pengembangan masyarakat.

Nota Kesepahaman ini akan menjadi dasar bagi kedua belah pihak untuk mengembangkan dan melaksanakan inisiatif peningkatan kapasitas dan akses pendanaan bagi koperasi Petani Swadaya (ISH) untuk mempercepat budidaya kelapa sawit berkelanjutan di Indonesia.


Diungkapkan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) Republik Indonesia, Teten Masduki, MOU bertujuan untuk mengembangkan dan memberdayakan koperasi petani sawit swadaya.

BACA JUGA: Kemenkop UKM dan RSPO, Teken Kerjasama Penguatan Koperasi Petani Sawit Swadaya

Terlebih Indonesia adalah negara penghasil kelapa sawit terbesar di dunia dengan luas lahan 14,59 juta hektar. Penting bagi petani kelapa sawit untuk bergabung dengan koperasi untuk memastikan mereka memiliki daya tawar yang lebih kuat dan terintegrasi di seluruh rantai nilai minyak sawit untuk mencapai skala ekonomi.

“MOU ini merupakan langkah positif untuk mempercepat pengembangan minyak sawit berkelanjutan di kalangan petani petani sawit swadaya di Indonesia,” kata Teten, dalam keterangannya kepada InfoSAWIT.

Lebih lanjut tutur Teten, dimana ruang lingkup MOU akan melakukan pertukaran data dan transfer pengetahuan guna membangun kapasitas koperasi petani sawit swadaya Indonesia. Kementerian akan menyediakan data kunci tentang koperasi petani sawit swadaya termasuk pemetaan, distribusi, lokasi, dan jumlah petani kecil yang terlibat. MoU akan membantu meningkatkan sertifikasi di antara kelompok ISH dengan menyediakan akses ke pendanaan melalui Dana Dukungan Petani RSPO untuk membantu menutupi biaya sertifikasi dan latihan mahal lainnya yang diperlukan untuk menerapkan praktik pertanian terbaik.

BACA JUGA: Di Kalbar Lahan Konsesi Sawit 3,4 Juta Ha, yang Memiliki HGU 1,9 Juta ha

Chief Executive Officer RSPO, Joseph D’Cruz, mengamati bahwa munculnya peraturan baru secara global mendorong sektor kelapa sawit untuk menunjukkan tingkat keberlanjutan yang lebih tinggi di seluruh rantai nilai. Meskipun positif, peraturan ini dapat membuat petani kecil berisiko tersingkir dari rantai nilai jika mereka tidak dapat memenuhi persyaratan ketertelusuran yang ketat dan mahal yang diberlakukan oleh peraturan ini.

“Dengan lebih dari 2,6 juta petani kecil yang beroperasi di Indonesia, banyak di antaranya sudah mempraktekkan budidaya berkelanjutan, industri bertanggung jawab untuk memastikan bahwa kelompok ini tidak tertinggal. MoU ini bertujuan untuk membangun sektor kelapa sawit yang lebih tangguh dan inklusif di Indonesia dengan meningkatkan kapasitas petani kecil,” kata D’Cruz.

MoU akan berlaku efektif selama tiga tahun dengan evaluasi tahunan dan tinjauan akuntabilitas. Selama periode ini, kedua entitas akan berkolaborasi untuk memungkinkan lebih banyak sinergi dan koordinasi tugas dan program utama untuk mempercepat penyerapan minyak sawit berkelanjutan berbasis koperasi di Indonesia. (T2)

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari infosawit.com. Mari bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Bila Anda memiliki informasi tentang industri sawit, Silakan WhatsApp ke Redaksi InfoSAWIT atau email ke sawit.magazine@gmail.com (mohon dilampirkan data diri)

Tinggalkan Balasan