InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Harga kontrak minyak sawit mentah (CPO) di Bursa berjangka Malaysia pada Jumat (18/8/2023) ditetapkan naik dan akan menjadi penguatan harga mingguan menyusul harga yang terus menguat didukung nilai tukar ringgit yang melemah dan meningkatnya harga minyak nabati lain.
Dilansir Reuters, harga kontrak patokan minyak sawit berkode FCPOc3 untuk pengiriman November 2023 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik RM 9, atau terdapat kenaikan sekitar 0,23%, menjadi RM 3.932 per metrik ton pada awal perdagangan, memperpanjang kenaikan untuk sesi keempat. Selama seminggu ini harga kontrak minyak sawit telah meningkat 5,9%.
Pada kamis, pihak pemerintah Uni Eropa telah menyatakan, bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan apakah biodiesel dari Indonesia menghindari bea UE melalui China dan Inggris.
Sementara Ringgit (MYR), mata uang perdagangan kelapa sawit, nilai tukarnya telah turun 1,2% terhadap dolar sepanjang minggu ini, membuat minyak sawit menjadi lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang asing.
Lantas masih dilansir Reuters, harga kontrak minyak kedelai pada Bursa Dalian berkode DBYcv1 naik 1,1%, sementara kontrak minyak sawit berkode DCPcv1 naik 1,1%. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade BOcv1 naik 0,6%, naik untuk sesi kelima karena kondisi cuaca panas dan kering di Midwest AS diperkirakan akan mengurangi produksi.
BACA JUGA: Bea Keluar dan PE CPO Periode 16–31 Agustus 2023, Tetap US$ 118 per Ton
Minyak kelapa sawit dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak nabati lainnya lantaran mereka bersaing untuk mendapat bagian di pasar minyak nabati global. (T2)
