AMP Plantation Dorong Geliat Ekonomi Daerah Lewat Kemitraan Sawit

oleh -8.921 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. Istimewa/Petani sawit swadaya.

InfoSAWIT, AGAM – Program plasma yang digulirkan oleh PT AMP Plantation, Wilmar Group terbukti mampu menciptakan dampak pengganda (multiplier-effect) dalam meningkatkan taraf hidup petani kelapa sawit di Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar).

Bendahara Koperasi Perkebunan Agro Wira Masang, Maharsal Indra mengapresiasi komitmen perusahaan dalam merealisasikan program plasma kebun sawit yang dilakukan sejak 1997 itu. Sebab, program tersebut mampu meningkatkan taraf hidup petani plasma secara signifikan. Sawit juga telah mendorong perputaran uang di daerah menjadi besar.

“Dulu orang punya motorpun tidak. Sekarang tiap orang punya mobil, motor, bisa membeli lahan, mudah dapat pinjaman bank, tiap hari ada saja yang umroh dan anak-anak banyak yang kuliah,” ujar dia saat di temui beberapa waktu lalu.

BACA JUGA: Wilmar Dukung Pendidikan Vokasi Bagi Pelajar Sekitar Areal Kebun

Tingginya pendapatan dari sawit membuat komoditas itu menjadi salah satu penopang utama perekonomian di daerah tersebut. Mereka juga percaya harga komoditas emas hijau tersebut tidak akan terjun bebas, sehingga tetap akan menjadi primadona. “Dulu orang disini tidak mau. Sekarang Sawit jadi rebutan,” ungkap Indra.

Anggota koperasi yang berjumlah 2.000 orang tersebut telah menerima hak atas kebun plasma seluas  810 hektare (ha). Dengan menerapkan pengelolaan kebun yang baik, mereka mendapatkan yield tandan buah segar (TBS) hingga 1,5 ton per ha per bulan atau hampir setara dengan kebun milik perusahaan. Hal itu juga didukung oleh kondisi lahan yang subur.

Senada, dikatakan Sekretaris Koperasi Tompek Tapian Kandih, Rabuman, pihaknya juga telah merasakan dampak positif program plasma. Pada 1980-1990-an, Raboman  masih menjadi karyawan perusahaan HPH (hak pengusahaan hutan). Perekonomiannya mulai meningkat sejak awal 2000 setelah menjadi petani plasma. Selain itu, adanya perusahaan sawit yang beroperasi di daerah itu juga mampu menyerap tenaga kerja dari masyarakat setempat. “Saat ini 70 persen karyawan perusahaan dari masyakarakat lokal,” tutur dia.

BACA JUGA: Wilmar: Membentuk Generasi Unggul dan Bertakwa Melalui Bina Bangsa

Koperasi tersebut saat ini mengelola lahan plasma seluas 512 ha dan beranggotakan 256 petani sawit. Pihaknya telah melaksanakan replanting (peremajaan) dengan memanfaatkan dana BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit) yang mencapai lebih dari Rp 8 miliar. Mereka sempat mecapai puncak produksi TBS sebanyak 2-2,5 ton per ha per bulan. Namun saat ini produksi agak berkurang karena sedang masa replanting.

Manager plasma PT AMP Plantation, Wiyono mengungkapkan, pihaknya telah merealisasikan plasma kurang lebih sebesar 35 persen sejak 1992 sesuai arahan pemerintah. Perusahaan juga memberikan pendampingan dalam penerapan pengeloaan kebun yang baik, seperti pemupukan, penggunaan bibit unggul, pencegahan penyakit, dan penyediaan infrastruktur di kebun. “Apa yang kami sampaikan ke petani merupakan bentuk tanggung jawab dalam membantu petani sejatera,” ujar Wiyono dalam keterangannya diterima InfoSAWIT, belum lama ini. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com