nfoSAWIT, JAKARTA – Merujuk laporan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), total ekspor bulan Juli 2023 telah mencapai 3,51 juta ton atau meningkat 2,0% dibandingkan ekspor pada Juni 2023 yang mencapai 3,45 juta ton.
Kenaikan terbesar terjadi pada ekspor CPO yang mencapai 589 ribu ton, atau naik sebesar 16,9% dari ekspor bulan Juni 2023 yakni sebesar 504 ribu ton. Sebaliknya, ekspor olahan CPO mengalami sedikit penurunan sebesar 3,4% dari 2.487 ribu ton pada Juni 2023 menjadi 2.403 ribu ton pada Juli 2023.
Namun, diungkapkan Direktur Eksekutif GAPKI, Mukti Sardjono, peningkatan kinerja ekspor industri kelapa sawit pada Juli 2023 tersebut menghasilkan kenaikan nilai ekspor sebesar 1,4% atau meningkat dari US$ 2.877 juta pada Juni 2023 menjadi US$ 2.918 juta pada Juli 2023.
BACA JUGA: 5 Saham Sawit Naik, Tertinggi Saham CSRA Melonjak 3 Persen Pada Rabu (27/9)
“Kenaikan ekspor terbesar terjadi untuk tujuan India dan Bangladesh yang masing-masing naik sebesar 180,6 ribu ton dan 54,5 ribu ton,” katanya dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Jumat, (29/9/2023).
Lebih lanjut catat Mukti, kenaikan ekspor juga terjadi untuk tujuan Malaysia (+36,8 ribu ton), USA (+36,8 ribu ton) dan EU (+24,4 ribu ton). Penurunan ekspor terbesar terjadi untuk tujuan Afrika (-126,2 ribu ton), China (-94,6 ribu ton) dan Pakistan (-58,1 ribu ton). Secara YTD sampai dengan Juli 2023, ekspor ke India pada tahun 2023 lebih tinggi 87% dari ekspor pada tahun 2022, sedangkan ke China 78% lebih tinggi.
BACA JUGA: Kejaksaan Agung Kembali Periksa 4 Saksi Terkait Kasus Korupsi Pengelolaan Dana Sawit BPDPKS
“Sementara estimasi stok awal Juli 2023 adalah 3.629 ribu ton dengan kenaikan produksi 7,9%, konsumsi menurun 10,5% dan ekspor meningkat 2,0%, maka stok di akhir Juli 2023 diperkirakan mencapai 3.128 ribu ton atau turun sebesar 13,8% dibandingkan Juni 2023 yakni sebesar 3.629 ribu ton,” tandas Mukti. (T2)
