InfoSAWIT, MUMBAI – Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga, memimpin delegasi Indonesia dalam Misi Bersama Dewan Negara-negara Produsen Minyak Kelapa Sawit (Council of Palm Oil Producing Countries/CPOPC) ke India pada 27-29 September 2023.
Dalam pertemuan ini, negara-negara produsen minyak kelapa sawit berupaya membangun komunikasi dan kolaborasi dengan India untuk memastikan akses pasar yang berkelanjutan dan memenuhi kebutuhan konsumen. Langkah ini diambil untuk mempertahankan permintaan yang kuat terhadap produk minyak kelapa sawit.
Dalam acara The 2nd Sustainability Vegetable Oil Conference (SVOC) di Mumbai, India, Wamendag Jerry menjelaskan pentingnya keterlibatan proaktif dengan negara konsumen minyak nabati terbesar di dunia seperti India.
BACA JUGA: GAPKI: Ekspor Minyak Sawit Indonesia Meningkat 16,9 Persen pada Juli 2023
“CPOPC berupaya membangun komunikasi dan kolaborasi dengan India. Keterlibatan proaktif dengan negara konsumen minyak nabati terbesar di dunia seperti India merupakan upaya untuk mempertahankan kehadiran pasar yang kuat di Asia Selatan. Selain itu, menjaga stabilitas permintaan minyak kelapa sawit dan memenuhi kebutuhan konsumen, sekaligus berkontribusi menjaga keamanan pangan global dan memenuhi permintaan energi dari sumber nabati,” jelas Wamendag Jerry dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Jumat (29/9/2023).
Selain itu, misi ini juga memiliki tujuan penting lainnya, yaitu memberikan informasi faktual tentang praktik kelapa sawit yang berkelanjutan dan menjelaskan kontribusi industri sawit terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Hal ini dianggap krusial untuk meluruskan kampanye negatif yang seringkali ditujukan kepada industri kelapa sawit, yang disalahartikan sebagai penyebab deforestasi dan degradasi lingkungan.
Dalam konteks tantangan global, Wamendag Jerry juga mengulas kebijakan baru European Union Deforestation-free Regulation (EUDR) yang diterapkan oleh Uni Eropa. Kebijakan ini berpotensi menghambat ekspor produk kelapa sawit Indonesia ke pasar Eropa.
BACA JUGA: Fokus Peneliti Perguruan Tinggi dan Industri Tentang Sawit Masih Berbeda
Dalam menghadapi hal ini, Pemerintah Indonesia menyambut baik pembentukan Satuan Tugas Bersama (Joint Task Force) antara Indonesia, Malaysia, dan Uni Eropa. Satgas ini diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan komoditas secara inklusif, transparan, objektif, dan adil, menjaga kedaulatan ekonomi, dan mendukung keberlanjutan industri kelapa sawit di tingkat global.
Pertemuan ini juga dihadiri oleh para pemangku kepentingan, termasuk Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud, Direktur Jenderal Industri Pertanian Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika, Sekretaris Jenderal CPOPC Rizal Affandi Lukman, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Edy Martono, serta perwakilan negara anggota CPOPC dari Malaysia. (T2)
