InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Merujuk data dari Bea Cukai pemerintah China, total impor minyak kelapa sawit China telah melonjak sebanyak 77,9% secara tahunan selama periode Januari hingga Juli 2023. Peningkatan permintaan ini lantaran menguatnya permintaan untuk minyak goreng, yang tercatat pulih dari gangguan konsumsi akibat penerapan lockdown di beberapa kota tahun sebelumnya.
Dalam tujuh bulan pertama tahun 2023, China mengimpor sebanyak 2,67 juta ton minyak kelapa sawit, peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan 1,50 juta ton yang diimpor selama periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dilansir InfoSAWIT dari PalmPulse, permintaan minyak dan lemak di China mengalami kemunduran tahun lalu, yang ditandai sebagai penurunan pertama sejak bergabungnya China ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Namun, dengan adanya pelonggaran melalui langkah-langkah pengendalian pandemi COVID-19 awal tahun ini, diprediksi bahwa negara ini akan mengalami lonjakan konsumsi minyak dan lemak.
BACA JUGA: MPOA Kecewa Anggaran 2024 Tak Memperhitungkan Dua Faktor ini Untuk Sawit di Malaysia
Peningkatan permintaan ini diantisipasi akan membutuhkan impor minyak kelapa sawit yang lebih tinggi karena pertumbuhan produksi minyak dan lemak lokal, terutama minyak kedelai, telah melambat dalam beberapa tahun terakhir.
Sementara upaya pemerintah China untuk mengurangi ketergantungannya pada impor kedelai telah menghasilkan pertumbuhan terbatas dalam produksi minyak kedelai. Sebagai hasilnya, terjadi diskon harga berkelanjutan pada RBD Palm Olein dibandingkan dengan minyak kedelai di China. Harga secara bertahap meningkat dari RMB 390/ton pada pertengahan Mei menjadi RMB 1.250/ton pada akhir Agustus.
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, diproyeksikan bahwa impor minyak kelapa sawit untuk sisa tahun 2023 (Agustus hingga Desember) akan melebihi atau setidaknya sebanding dengan volume yang diimpor selama periode yang sama tahun lalu, yaitu 3,44 juta ton.
BACA JUGA: Presiden Jokowi: Cabut Larangan Impor Minyak Sawit Srilanka, Bentuk Mekanisme Khusus
“Hal ini akan membawa total impor minyak kelapa sawit untuk tahun 2023 menjadi sekitar 6,11 juta ton, atau terdapat peningkatan sebesar 24% dibandingkan dengan volume yang tercatat pada tahun 2022,” catat Palmpulse. (T2)
