InfoSAWIT, NEW DELHI – Harga kontrak minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia naik pada Rabu (18/10/2023) akibat meningkatnya ekspor, serta melonjaknya permintaan Tiongkok dan menguatnya harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade .
Dilansir Reuters, harga kontrak acuan minyak sawit berkode FCPOc3 untuk pengiriman Januari 2024 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 1,03% menjadi RM 3,823 (US$ 806,88) per metrik ton pada perdagangan tengah hari.
Diungkapkan seorang dealer yang berbasis di New Delhi, prospek ekspor jangka pendek terlihat bagus dan kemudian terdapat banyak permintaan dari Tiongkok.
BACA JUGA: Impor Minyak Sawit China Melonjak 77,9 Persen Selama Semester I-2023
Merujuk laporan inspeksi independen AmSpec Agri Malaysia, tercatat ekspor produk minyak sawit Malaysia pada periode 1-15 Oktober naik 5,6% dari bulan sebelumnya. Lantas laporan Intertek Testing Services, mencatat ekspor naik 7,3%.
Pemerintah Malaysia telah mempertahankan pajak ekspor minyak sawit mentah pada November sebesar 8% dan menurunkan harga referensinya, berdasarkan surat keterangan resmi di laman Dewan Minyak Sawit Malaysia pada Selasa.
BACA JUGA: Presiden Jokowi: Cabut Larangan Impor Minyak Sawit Srilanka, Bentuk Mekanisme Khusus
Dilansir Reuters, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade BOcv1 naik 0,3%.
Minyak kelapa sawit dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak nabati lainnya lantaran mereka bersaing mendapatkan bagian di pasar minyak nabati global. (T2)
