InfoSAWIT, JAKARTA – Upaya percepatan itu bukan perkara mudah apalagi menyangkut petani, lantaran petani sawit di Indonesia didominasi petani sawit swadaya, sebab itu diungkapkan Deputi Menko Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis, Musdhalifah Machmud, sudah waktunya petani untuk bergerak maju bersama seluruh stakeholder kelapa sawit guna menjaga sektor kelapa sawit tetap menjadi produsen nomor satu di dunia.
Diakui Musdhalifah, tidak mudah mendorong petani sawit untuk memenuhi prinsip ramah lingkungan. Lantaran ketentuan prinsip ramah lingkungan ini tidak sederhana. Status lahan kelapa sawit rakyat harus diketahui secara jelas, serta dipastikan tidak berada dalam kawasan hutan.
Lantas, produksi kelapa sawit harus benar- benar terbukti mendukung peningkatan nilai ekonomi dan memiliki manfaat, tujuannya agar produktivitas sawit rakyat juga ikut meningkat. Karena jika produktivitasnya rendah, jika diambil manfaat atau buahnya tidak menutupi biaya, artinya petani belum memenuhi ISPO karena belum mendapatkan manfaat.
BACA JUGA: Plt Menteri Pertanian Bakal Terapkan Program Perubahan Pertanian, Sawit Hingga Tebu
Ramah lingkungan yang utama adalah memberi income dan kesejahteraan untuk rakyat dan berakhir pada kesejahteraan daerah. “Pastinya memiliki dampak positif karena berikutnya akan ada dukungan dari program sarana dan prasarana,” tandas Musdhalifah. (T2)
