InfoSAWIT, SINGAPURA – Harga kontrak minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Berjangka Malaysia turun untuk sesi ketiga berturut-turut pada Rabu, (1/11/2023), lantaran terseret oleh kekhawatiran atas meningkatnya stok dan melemahnya harga minyak nabati lainnya.
Dilansir Reuters, harga kontrak acuan minyak sawit berkode FCPOc3 untuk pengiriman Januari 2024 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun RM 17 per ton atau terdapat penurunan sekitar 0,5% menjadi RM 3,661 (US$ 767,18) per metrik ton pada pembukaan perdagangan.
Merujuk laporan Surveyor kargo Intertek Testing Services dan perusahaan inspeksi independen AmSpec Agri Malaysia, ekspor produk minyak sawit Malaysia untuk Oktober naik antara 6,6% dan 8,9% dari bulan sebelumnya. Para analis mengatakan kenaikan ekspor diimbangi oleh ekspektasi output yang lebih tinggi.
BACA JUGA:
Masih dilansir Reuters, harga kontrak minyak kedelai di Bursa Dalian berkode DBYcv1 tercatat turun 0,5%, sedangkan kontrak minyak sawit berkode DCPcv1 turun 1,1%.Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade BOcv1 turun 0,3%.
Merujuk keterangan resmi Kementerian Perdagangan, pemerintah Indonesia telah menetapkan harga referensi minyak sawit mentah pada US$ 748,93 per metrik ton untuk periode 1-15 November, naik dari US$ 740,67 per ton pada periode 15 hari sebelumnya, berdasarkan keputusan Kementerian Perdagangan pada Selasa. (T2)
