InfoSAWIT, JAKARTA – Ditengah upaya menjaga performa produktivitas yang optimal, penjualan menunjukkan penurunan sebesar 27,7% menjadi Rp 377,26 miliar, dibandin tahun 2022 yang mencapai Rp521,54 miliar pada periode yang sama. “Penurunan tersebut utama nya disebabkan oleh menurunnya produksi internal ditengah turunnya harga jual rata-rata (ASP),” demikian catat pihak PT Cisadane Sawit Raya Tbk, dalam keterangan resmi diperoleh InfoSAWIT, Selasa (31/10/2023).
Dampak turunnya pendapatan, laba kotor pada 1H23 pula tercatat menurun 48,6% menjadi Rp179,46 miliar dari Rp349,12 miliar di 1H22. Margin kotor menurun menjadi 47,6% di 1H23 dari 66,9% pada periode yang sama tahun lalu. Disamping itu, laba operasional 1H23 juga menurun 65,7% menjadi Rp88,57 miliar, dengan penekanan pada margin operasional menjadi 23,5% dari 49,5% pada periode yang sama tahun lalu.
Lantas, laba bersih Perusahaan pada 1H23 mengalami penurunan sebesar 72,4% menjadi Rp49,18 miliar dari Rp178,01 miliar pada 1H22 sehingga menghasilkan penurunan marjin bersih ke level 13,0%. Perlu dicatat bahwa sebagian besar pengembangan strategis Perusahaan dilaksanakan dengan pendanaan internal.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kaltim Periode II-Oktober 2023 Naik Rp. 17,78/kg, Cek Harganya..
Sementara, nilai aset CSRA pada 1H23 berada di Rp1,81 triliun, lebih tinggi dari posisi 31 Desember 2022 di Rp1,78 triliun. Sementara itu, total liabilitas perusahaan di 1H23 sebesar Rp795,33 miliar menurun dibandingkan dengan Rp872,13 miliar pada akhir tahun 2022.
Walaupun terjadi penurunan, catat pihak CSRA, kinnerja keuangan masih dapat dikategorikan sebagai pencapaian semi-annual yang baik bila dibandingkan dengan periode yang sama sebelum pandemi. Hal tersebut berasal dari kombinasi penerapan strategi kontrol biaya serta pencapaian dalam optimalisasi kinerja produktivitas yang diterapkan pada jajaran operasional Perusahaan. Dengan demikian TBS yield tetap terjaga di kisaran 8,6 ton per hektar.
Dimana, total luas lahan tertanam inti Perseroan mencapai 19.148 ha. Dari luas lahan perkebunan yang tertanam tersebut, seluas 16.439,7 ha ditanami tanaman yang menghasilkan (mature). Secara umum, profil tanaman Perseroan masuk dalam kategori produktif, dikarenakan umur tanaman yang masih muda. Tanaman berusia 4-7 tahun menempati area seluas 2.610,84 ha dan tanaman berusia 8-17 tahun menempati area seluas 11.125,93 ha.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Turun 0,58 Persen Pada Selasa (31/10)
“Secara keseluruhan, Perusahaan telah mengantisipasi tren pertumbuhan produksi yang positif secara jangka panjang, dengan mempertimbangkan umur tanaman yang relatif muda dan berpotensi terus meningkatkan produktivitas seiring dengan bertambahnya usia tanaman,” demikian catat pihak CSRA. (T2)
