InfoSAWIT, PEKANBARU – Dalam pertemuan dengan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Inti Rakyat (Aspekpir) Kalimantan Barat, Direktur Utama PalmCo Jatmiko Santosa menawarkan empat program unggulan yang berhasil ia terapkan dalam mengakselerasi program peremajaan sawit rakyat (PSR) di Riau.
Pertama, kemitraan dengan pola manajemen tunggal atau single management. Pola tersebut menjadi kunci sukses program PSR yang dilaksanakan di Riau di berbagai kabupaten Provinsi Riau.
Pola manajamen tunggal atau single management mengusung standar tinggi perusahaan, mulai dari penumbangan sawit renta, pemanfaatan bibit sawit unggul bersertifikat, proses penananman, pemupukan, hingga pemeliharaan untuk diterapkan di areal peremajaan sawit masyarakat.
BACA JUGA: Bersama Aspekpir, Palmco Bakal Lakukan Program Peremajaan Sawit di Kalbar
Dengan begitu, masyarakat akan memiliki perkebunan sawit dengan produktivitas tinggi dan memangkas ketimpangan produktivitas petani dan perusahaan seperti yang selama ini jamak terjadi.
Pendekatan tersebut kian lengkap dengan pola off taker atau pendampingan perusahaan kepada petani selama proses peremajaan sawit berlangsung. Kedua, salah satu wujud pola tersebut adalah skema cash for works untuk para petani mitra sehingga para petani tetap mendapatkan penghasilan selama peremajaan berlangsung.
“Selanjutnya, yang ketiga, kami dari PalmCo juga menawarkan program penyediaan bibit sawit unggul bersertifikat. Tidak dipugkiri begitu banyak bibit sawit ilegitim yang menghantui para petani dalam melaksanakan PSR. Padahal bibit sawit memiliki peran penting untuk 25-30 tahun mendatang,” ujar Jatmiko dikutip InfoSAWIT dari laman resmi PTPN V, Jumat (15/12/2023).
BACA JUGA: Harga Referensi CPO Turun ke US$ 767,51 per Ton, BK dan PE Dipangkas Jadi US$ 93 Per Ton
Selain itu, Jatmiko juga menyatakan yang keempat, PalmCo siap memberikan pelatihan kepada para petani. Pelatihan tersebut diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan skills dan pengetahuan petani dalam mewujudkan perkebunan berkelanjutan.
