InfoSAWIT, PEKANBARU – Asosiasi Petani Kelapa Sawit Inti Rakyat (Aspekpir) Kalimantan Barat menyatakan siap mendukung program peremajaan sawit rakyat (PSR) yang diusung oleh Sub Holding PalmCo.
Ketua Aspekpir Kalimantan Barat YS Marjitan mengatakan, kehadiran PalmCo memberikan harapan bagi petani sawit di Kalimantan Barat. “Kehadiran PalmCo dan Pak Jatmiko Santosa memberikan harapan untuk mengatasi ketidakberdayaan petani sawit di Kalimantan Barat selama ini,” kata Marjitan dikutip InfoSAWIT dari laman resmi PTPN V, Jumat (15/12/2023).
Ia mengatakan, PSR merupakan salah satu upaya penting untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani sawit. “Pada akhirnya kami yakin program ini menjadi jawaban ketimpangan produktivitas petani dan perusahaan dan secara tidak langsuung akan membantu meningkatkan ekonomi serta kesejahteraan petani,” urainya.
BACA JUGA: Harga Referensi CPO Turun ke US$ 767,51 per Ton, BK dan PE Dipangkas Jadi US$ 93 Per Ton
Pemerintah melalui Kementerian BUMN dan Holding Perkebunan Nusantara III (Persero) resmi membentuk Sub Holding PalmCo melalui penggabungan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V, VI dan XIII ke dalam PTPN IV sebagai entitas bertahan dan pemisahan tidak murni aset dan liabilitas PTPN III (Persero) ke dalam PTPN IV.
Pasca proses merger, Jatmiko Santosa ditetapkan sebagai Direktur Utama PalmCo. Sosok yang empat tahun memimpin dan berhasil mengubah PTPN V melalui beragam program transformasi tersebut sukses mengakselerasi PSR di Bumi Lancang Kuning, Provinsi Riau.
Hingga kini, PTPN V atau yang kini dikenal sebagai Regional III PTPN IV menjadi perusahaan milik negara dengan program PSR terluas di seluruh Holding Perkebunan Nusantara.
BACA JUGA: CPOPC: Berikut 5 Hasil Upaya Bersama Indonesia dan Malaysia Hadapi Regulasi EUDR
Jatmiko Santosa mengatakan, pihaknya akan terus berkomitmen untuk mengakselerasi PSR di Kalimantan Barat. “Kami sangat berterima kasih atas dukungan Aspekpir Kalimantan Barat. Kami akan terus bersinergi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan program PSR di Kalimantan Barat,” kata Jatmiko.
Ia menargetkan, PSR di Kalimantan Barat dapat mencapai 200 ribu hektar dalam lima tahun ke depan. “Kami akan terus mendorong petani sawit untuk mengikuti program PSR ini. PSR merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat bagi petani sawit,” pungkasnya. (T2)
