InfoSAWIT, JAKARTA – Keterlacakan atau ketelusuran produk pertanian menjadi suatu hal yang krusial untuk menjamin transparansi dan keberlanjutan. Terlebih dengan terbitnya regulasi Bebas Deforestasi Uni Eropa (EUDR) yang akan aktif diterapkan pada awal 2025, maka platform digital ketelusuran menjadi tools yang penting.
Diungkapkan Sekretaris Jenderal Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC), Rizal Affandi Lukman, bahwa pengembangan digital platform telah menjadi kenyataan, memungkinkan membuat tool ketelusuran yang lebih baik untuk komoditas pertanian seperti kelapa sawit, kakao, dan kopi.
Salah satu inovasi yang telah diimplementasikan adalah penggunaan digital platform untuk melacak proses produk berbasis komoditas yang tidak berasal dari merusak hutan atau berada di kawasan hutan, guna memenuhi persyaratan lulus kebijakan EUDR.
BACA JUGA: Perundingan Dagang Indonesia-Uni Eropa, Bahas Hambatan Teknis
Digital platform ini bisa juga dikembangkan oleh pihak ketiga, platform ini dapat digunakan secara sukarela dengan adanya biaya tertentu, serupa dengan layanan jasa.
Sementara pemerintah Indonesia juga berencana untuk menyediakan digital platform sendiri, seperti Clearing House, yang akan menjadi payung digital platform yang mencakup sejumlah komoditas, termasuk sawit, kayu, karet, kakao, dan kopi.
Saat ini, utamanya untuk komoditas sawit, pemerintah Indonesia telah meluncurkan Sistem Informasi Perizinan Perkebunan (Siperibun) khusus pelaku usaha kelapa sawit. Melalui Siperibun, lebih banyak perusahaan sawit dapat terlibat, dan ini menjadi langkah positif dalam mendukung transparansi dan keberlanjutan dalam rantai pasok kelapa sawit.
BACA JUGA: Peningkatan Kompetensi SDM Sawit Perlu Dilakukan, Guna Menggenjot Produktivitas
Lantas bagi petani, rencananya adalah dengan mengintegrasikan Electronic Surat Tanda Daftar Budidaya (E-STDB), yang akan mencakup informasi seperti nama petani, luas lahan, dan geolokasi. Dimana Kementerian Pertanian sedang berupaya untuk mendigitalisasi seluruh informasi ini agar dapat masuk ke dalam database.
