Selain itu, MPOB (Dewan Minyak Sawit Malaysia) juga sedang mempersiapkan peluncuran platform ketertelusuran baru yang dirancang untuk mencatat dan melacak transaksi produk minyak sawit. Platform ini juga berfungsi sebagai persiapan untuk memenuhi persyaratan EUDR, yang dikenal sebagai Sawit Intelligent Management System (SIMS).
Meskipun terobosan ini merupakan langkah maju, pertanyaan yang muncul adalah kesiapan Uni Eropa dalam menerima dan mengintegrasikan digital platform yang dikembangkan di Indonesia dan Malaysia.
Kata Rizal, hal ini penting agar platform-platform tersebut dapat terkoneksi dengan pelabuhan di Uni Eropa, memastikan bahwa komoditas yang dikirim ke sana mematuhi standar keberlanjutan dan tidak berasal dari deforestasi.
BACA JUGA: Harga Referensi CPO Turun ke US$ 767,51 per Ton, BK dan PE Dipangkas Jadi US$ 93 Per Ton
“Misal untuk jembatannya Indonesia sudah bangun, Malaysia sudah bangun, di Uni Eropa juga mestinya juga mempersiapkan sebagai upaya pembuktian bahwa komoditas yang dikirim ke pelabuhan bebas deforestasi, serta perlu menunjuk authority yang berhak mengecek komoditas lulus syarat EUDR,” tandas Rizal. (T2)
