Mukti juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2024, konsumsi minyak kelapa sawit diperkirakan akan mencapai 25 juta ton untuk kebutuhan makanan, biodiesel, dan oleochemical. Hal ini memperkuat proyeksi bahwa produksi kelapa sawit mungkin tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan domestik dan ekspor secara bersamaan.
Untuk menjawab tantangan ini, diperlukan peningkatan realisasi program PSR dan penyelesaian masalah lahan, terutama di kebun kelapa sawit di lahan hutan seluas sekitar 3 juta hektar. Pengembangan kebun kelapa sawit khusus untuk energi juga perlu diperhatikan agar tidak mengganggu target ekspor kelapa sawit Indonesia. (T2)
