InfoSAWIT, JAKARTA – Calon Presiden (Capres) Nomor 3, Ganjar Pranowo, telah menerima masukan berharga dari para petani sawit. Dalam pertemuan dengan para petani, terdapat tiga pokok masalah utama yang diungkapkan oleh mereka.
Pertama-tama, petani sawit menyoroti urgensi penyelesaian reforma agraria. Mereka menginginkan agar reforma agraria dapat diselesaikan dengan cepat dan tidak lagi berkepanjangan. Hal ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum dan pemilikan tanah bagi para petani, serta meningkatkan kesejahteraan mereka.
Kedua, petani sawit menyuarakan kekhawatiran terkait stabilitas harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit. Mereka berharap agar harga TBS sawit dapat tetap stabil, memastikan keberlanjutan ekonomi mereka. Stabilitas harga menjadi faktor krusial bagi kelangsungan usaha para petani sawit.
BACA JUGA: Indonesia Kian Kokoh sebagai Pemain Hilir Sawit di 2024
Ketiga, dalam upaya meningkatkan tata kelola industri sawit, para petani berharap adanya badan sawit yang dapat dibentuk dan diawasi oleh presiden. Badan ini diharapkan dapat menjalankan fungsi pengawasan dan pengelolaan untuk memastikan keberlanjutan, keadilan, dan keberlanjutan industri sawit di Indonesia.
Ganjar Pranowo pun merespons masukan ini dengan menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan penyelesaian reforma agraria yang efektif, menjaga stabilitas harga TBS sawit, dan “Mendukung pembentukan badan sawit yang efisien dan transparan,” katanya dikutip InfoSAWIT pada Rabu (31/1/2024).
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Periode 31 Januari – 6 Februari 2024 Turun Tipis Cek Harganya..
Dalam visinya untuk masa depan industri sawit Indonesia, Ganjar Pranowo menekankan pentingnya keseimbangan antara pengembangan industri dengan keberlanjutan lingkungan, serta kesejahteraan para petani sebagai bagian integral dari kemajuan sektor pertanian nasional. (T2)
