InfoSAWIT, JAKARTA – PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) mengumumkan kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi pada laporan keuangan tidak diaudit per 31 Maret 2024 (1Q24). Pendapatan perusahaan mencapai Rp190,96 miliar, naik 3,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Namun, meskipun pendapatan meningkat, laba bersih perusahaan menurun sebesar 5,6% menjadi Rp22,23 miliar dibandingkan dengan Rp23,56 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan laba ini terjadi meskipun perusahaan berhasil menjaga neraca keuangan yang solid.
Pada 31 Maret 2024, total aset CSRA mencapai Rp2,15 triliun, meningkat dari Rp1,84 triliun yang tercatat pada 31 Desember 2023. Sementara itu, total kewajiban perusahaan naik menjadi Rp1,02 triliun dibandingkan dengan Rp727,69 miliar pada akhir tahun 2023. Rasio utang bersih terhadap ekuitas juga meningkat menjadi 0,69x pada 1Q24 dari 0,63x pada akhir 2023.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumsel Periode II-Mei 2024 Turun Rp 93,39/Kg Cek Harganya..
“Walaupun kinerja kuartal pertama sangat kuat, perusahaan mengakui tantangan dalam menjaga konsistensi performa di tengah ketidakpastian saat ini. Namun, tim CSRA yang berkomitmen telah berhasil mengatasi kesulitan dengan baik,” ujar perwakilan perusahaan seperti dikutip InfoSAWIT dari laporan resmi ditulis pada Selasa (21/5/2024).
CSRA juga menyoroti keberhasilan inisiatif peningkatan mekanisasi yang berfokus pada kualitas dan efisiensi biaya, memungkinkan perusahaan untuk memenuhi persyaratan operasional secara efektif.
Selain itu, pembangunan Pabrik Kelapa Sawit ke-3 (PKS-3) di Kabupaten Banyuasin telah dimulai pada 8 Januari 2024. PKS-3 ini dirancang dengan teknologi canggih dan memiliki kapasitas produksi 30 ton per jam, untuk memproduksi minyak sawit mentah (CPO) dan inti sawit (PK).
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Turun Tipis Pada Senin (20/5), Cenderung Stagnan
Perusahaan juga tengah mempercepat sertifikasi ISPO di wilayah Sumatera Selatan, serta mengimplementasikan mekanisasi transportasi dan panen serta digitalisasi di seluruh perkebunan untuk mencapai produksi yang optimal dan efisien. Manajemen CSRA yakin bahwa dengan keselarasan dan integrasi yang kuat terhadap strategi, perusahaan dapat terus meningkatkan kinerja dan mencapai visi serta misinya dengan mantap.
Laporan ini menunjukkan komitmen CSRA untuk terus berinovasi dan mempertahankan posisinya sebagai pemain utama di industri kelapa sawit, meskipun menghadapi berbagai tantangan ekonomi. (T2)
