Luhut Bilang Perusahaan Sawit Banyak Belum Memiliki NPWP, Serapan Pajak Lesu

oleh -1104 Dilihat
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Tangkapan layar/ Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Marvest), Luhut B. Pandjaitan.

InfoSAWIT, JAKARTA – Pendapatan negara tahun 2024 diproyeksikan tidak mencapai target, terutama disebabkan oleh merosotnya setoran Pajak Penghasilan (PPh) badan dari perusahaan-perusahaan berbasis komoditas yang terdampak penurunan harga secara tajam. Hal ini membuat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diperkirakan akan lebih besar dari target yang telah ditetapkan.

Pemerintah telah mengantisipasi kondisi ini dengan menerapkan digitalisasi di berbagai sektor. Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Marvest), Luhut B. Pandjaitan, menyebutkan bahwa sistem terintegrasi seperti Simbara telah membantu menekan selisih angka terkait data mineral, termasuk batubara dan nikel.

“Dengan semakin kecilnya selisih perbedaan tersebut, tentu akan menekan pula potensi kerugian negara,” ujar Luhut, seperti dikutip InfoSAWIT dari laman Instagram resminya pada Rabu (10/7/2024).

BACA JUGA: Presiden Perintahkan Tindak Tegas Pelanggaran Lahan Sawit, Waktu Tiga Tahun Habis

Luhut juga menyatakan bahwa sistem serupa sedang diterapkan di sektor kelapa sawit, mengingat banyak penerimaan negara yang potensial belum maksimal. Banyak perusahaan kelapa sawit yang belum memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), sehingga pemerintah kesulitan menagih PPh badan. “Jika sistem ini sudah bisa diimplementasikan, maka penerimaan pajak bisa ditingkatkan,” tambahnya.

Menurut Luhut, defisit APBN 2024 menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas keuangan dan keseimbangan anggaran. Lesunya penerimaan negara disebabkan oleh inefisiensi di berbagai sektor, yang sudah mulai ditanggulangi melalui digitalisasi dalam kegiatan pemerintahan dan bisnis.

“Jika semua sektor pemerintahan sudah menerapkan digitalisasi, maka efisiensi bisa diciptakan, celah untuk berkorupsi bisa berkurang, dan yang paling penting, penerimaan negara bisa kembali meningkat,” ungkap Luhut.

BACA JUGA: Pemkab Luwu Timur Sosialisasikan Program Dana Bagi Hasil dari Sektor Sawit

Pemerintah berharap bahwa dengan langkah-langkah digitalisasi ini, defisit APBN dapat dikelola lebih baik dan stabilitas keuangan negara dapat terjaga. (T2)

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com