Peningkatan ekspor Indonesia juga terlihat di sejumlah negara mitra dagang, seperti Mesir (115,26 persen), Turki (40,39 persen), dan Afrika Selatan (36,99 persen). Dari segi kawasan, Afrika Utara, Eropa Utara, dan Amerika Tengah mencatat kenaikan ekspor nonmigas yang signifikan.
Neraca Perdagangan Tetap Surplus
Surplus neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2024 tercatat sebesar US$ 2,9 miliar, dengan surplus nonmigas mencapai US$ 4,34 miliar dan defisit migas sebesar US$ 1,44 miliar. Secara kumulatif, dari Januari hingga Agustus 2024, Indonesia mencatatkan surplus sebesar US$ 18,85 miliar, melanjutkan tren surplus selama 52 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
BACA JUGA: Wilmar Luncurkan PROSPEK, Jangkau 26 Ribu Petani Plasma Sawit
Bara optimistis, kinerja ekspor Indonesia akan terus membaik, didukung oleh penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) pada Oktober 2024. “Kami yakin TEI akan menjadi momentum penting untuk mendorong ekspor dan memperkuat daya saing produk nasional,” pungkas Bara. (T2)
