Pentingnya Pengakuan Sawit sebagai Obyek Strategis Nasional

oleh -5.046 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. InfoSAWIT/Edi Suhardi, Analis Minyak Sawit Berkelanjutan dan Ketua Bidang Kampanye Positif Gabungan pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI).

Kegagalan penyelesaian tumpang tindih perizinan dan tuduhan deforestasi yang dilayangkan ke industri sawit gagal ditanggapi pemerintah yang gagap dalam mengelola tata ruang dan penanganan konflik.

Mengingat nilai strategis dan masih banyaknya persoalan serta potensi masalah yang dihadapi industri sawit ke depan, pelaku usaha sawit dan para pihak berharap agar pemerintah baru dibawah Presiden Prabowo Subianto dapat melaksanakan beberapa terobosan untuk memperbaiki tata kelola baik kebijakan, kelembagaan dan pengendalian industri sawit.

Prioritas yang paling penting adalah pemerintahan baru perlu menetapkan industri sawit sebagai industri unggulan strategis nasional yang perlu dilindungi, dibina dan dikendalikan dengan baik.

BACA JUGA: Harga Bibit Sawit Meningkat, Dipicu Tingginya Permintaan dan Biaya Produksi

Secara legal industri sawit yang memberikan nafkah dan penghidupan kepada jutaan keluarga, mendatangkan devisa dan menjadi sumber pendapatan negara telah layak memenuhi kriteria sebagai Obyek Vital Nasional sesuai Keppres No. 63/2004 tentang Pengamanan Obyek Vital Nasional dimana “Obyek Vital Nasional adalah kawasan/lokasi, bangunan/ instalasi dan/atau usaha yang menyangkut hajat hidup orang banyak, kepentingan negara dan/atau sumber pendapatan negara yang bersifat strategis.”

Dalam rangka pencapaian misi Presiden Prabowo untuk mencapai kedaulatan pangan dan energi, sebagai sektor unggulan strategis, industri sawit dapat dikategorikan menjadi tiga karakteristik fungsi strategis khusus.

Pertama, sawit sebagai industri strategis lumbung pangan guna mencapai ketahanan pangan (food security) dengan menetapkan perkebunan dan industri sawit untuk kebutuhan dan produk pangan yang terintegrasi sebagai obyek vital strategis untuk pencapaian ketahanan pangan nasional. 

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi Periode 11-17 Oktober 2024 Naik Rp 62/Kg Cek Harganya..

Industri sawit untuk ketahanan pangan ini diprioritaskan pada perkebunan sawit yang sudah operasional dan terintegrasi dengan industri produk pangan, mulai dari minyak goreng, margarine dan lainnya.

Kedua, penetapan sawit sebagai sumber daya bioenergi strategis (energy sufficiency) dengan peruntukan perkebunan sawit dan industri pengolahan sawit menjadi bioenergi, mulai dari biodiesel, bioavtur dan lainnya. Mengingat pertumbuhan konsumsi sawit untuk energi semakin meningkat, maka perlu adanya pengembangan perkebunan kelapa sawit baru di lokasi yang cocok untuk bioenergi, seperti Papua, Kalimantan dan Sulawesi di mana masih terdapat jutaan hektar lahan yang terdegradasi dan sesuai untuk Pembangunan perkebunan dan industri sawit secara berkelanjutan.

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com