InfoSAWITT, KUALA LUMPUR – Komite Jaminan RSPO (Assurance Standing Committee/ASC) terus menunjukkan komitmen kuat dalam memperbaiki sistem jaminan RSPO, dengan fokus pada peningkatan kredibilitas dan efektivitas. Selama enam bulan terakhir, ASC telah mengadakan tiga pertemuan serta satu Forum Jaminan, yang menyoroti beberapa area kunci untuk perbaikan sistem.
Dilansir InfoSAWIT dari laman resmi RSPO pada Jumat (18/101/2024), salah satu isu penting yang dibahas adalah potensi pemisahan hubungan komersial antara badan sertifikasi (Certification Bodies/CB) dan auditee (pihak profesional yang melakukan audit).
Studi menunjukkan bahwa hubungan langsung antara CB dan auditee dapat menimbulkan risiko terhadap kredibilitas sistem jaminan RSPO. Konsultan NewForesight ditunjuk untuk mengeksplorasi kemungkinan pemisahan hubungan ini.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik 0,2 Persen Pada Kamis (17/10), Harga CPO di Bursa Malaysia Turun
Dalam pertemuan triwulanan ASC pada Mei 2024, hasil studi menunjukkan bahwa sebagian besar pemangku kepentingan tidak melihat pemisahan ini sebagai solusi terbaik. Namun, jika diterapkan, model dana pusat di mana badan terpisah menangani alokasi dan pembayaran untuk CB dianggap sebagai pendekatan paling efektif.
Panduan Audit Tenaga Kerja RSPO (Labour Auditing Guidance/LAG) yang saat ini bersifat sukarela, telah menyelesaikan periode uji coba pada Mei 2024. Selanjutnya, tinjauan independen atas implementasi LAG dimulai untuk mengidentifikasi kesenjangan dan menilai kelayakan penerapan LAG secara wajib. Konsultan Proforest akan melakukan tinjauan dokumen dan wawancara dengan pemangku kepentingan, dengan laporan akhir diharapkan pada Oktober 2024. Hingga rekomendasi akhir ditinjau oleh Dewan Gubernur RSPO, LAG tetap bersifat sukarela.
Pada Juni 2024, ASC menyetujui modifikasi draft Kode Etik untuk Auditor RSPO. Tujuannya adalah untuk memperjelas ekspektasi terhadap auditor yang melakukan audit kepatuhan terhadap Prinsip dan Kriteria (P&C) RSPO, Sertifikasi Rantai Pasokan (SCC), dan Standar Petani Kecil Independen RSPO (RISS). Kode Etik ini telah ditambahkan dalam draft terbaru dari dokumen Sistem Sertifikasi.
BACA JUGA: Musim Mas Bersama L3F, SNV Indonesia dan ICRAF Dongkrak Kapasitas Pekebun Sawit Melalui BIPOSC
Forum Jaminan kesembilan yang diadakan pada 25 Juni 2024, berfokus pada peningkatan kapabilitas auditor dalam audit sosial. Dengan 99 peserta dari berbagai sektor, diskusi menyoroti pentingnya penyesuaian dengan legislasi internasional tentang kerja paksa dan kerja layak, serta peningkatan kompetensi dan penjadwalan auditor. Masukan dari forum ini akan dipertimbangkan dalam tinjauan LAG oleh Proforest.
