Musim Mas Bersama L3F, SNV Indonesia dan ICRAF Dongkrak Kapasitas Pekebun Sawit Melalui BIPOSC

oleh -4.328 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/ Musim Mas Group, bekerja sama dengan L3F, SNV Indonesia, dan ICRAF, menjalankan Program Biodiverse & Inclusive Palm Oil Supply Chain (BIPOSC) untuk meningkatkan kapasitas pekebun swadaya kelapa sawit melalui pendekatan perkebunan regeneratif.

InfoSAWIT, JAKARTA – Musim Mas Group, bekerja sama dengan Livelihoods Fund for Family Farming (L3F), SNV Indonesia, dan ICRAF, menjalankan Program Biodiverse & Inclusive Palm Oil Supply Chain (BIPOSC) untuk meningkatkan kapasitas pekebun swadaya kelapa sawit melalui pendekatan perkebunan regeneratif. Program yang dimulai pada 2021 ini telah diimplementasikan di Labuhanbatu, Sumatera Utara, dengan tujuan menciptakan rantai pasok minyak kelapa sawit yang berkelanjutan dan bebas deforestasi.

BIPOSC mengusung konsep regeneratif yang fokus pada peningkatan kesehatan tanah dan keanekaragaman hayati. Selain itu, program ini juga menerapkan model agroforestri yang diadaptasi sesuai kondisi lokal, dengan perlindungan ekosistem sebagai pilar utamanya. Target dari program ini adalah pekebun swadaya yang tergabung dalam Asosiasi Pekebun Swadaya Kelapa Sawit Labuhanbatu (APSKS LB), yang juga mendapat binaan dari Musim Mas dalam upaya memperoleh akses pasar dan sertifikasi dari RSPO dan ISPO.

Diungkapkan General Manager Project & Program Musim Mas Group, Rob Nicholls, pekebun swadaya memiliki peran penting dalam masa depan industri kelapa sawit yang berkelanjutan. Walaupun dalam awal progam banya tantangan yang harus dihadapi, lantaran beanyak mengajak pekebun sawit dalam menerapkan praktik budidaya yang berkelanjutan.

BACA JUGA: 400 Lebih Pelaku Usaha di Tiongkok Telah Menjadi Anggota RSPO

Namun demikian kata Rob Nicholls, semua dilakukan dengan terus melakukan sosialisasi sehingga pekebun sawit swadaya bisa memahami mengenai program tersebut.

“Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pekebun, terutama dalam pengelolaan lahan dan pengembangan alternatif pendapatan. Hal ini bertujuan untuk mencapai rantai pasok yang inklusif dan kaya akan keanekaragaman hayati,” ujarnya kepada InfoSAWIT, Kamis (17/10/2024) di Jakarta.

Program BIPOSC tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapi juga mendukung pengembangan kapasitas institusi melalui pembentukan Composting Unit dengan kapasitas produksi 100-150 ton per bulan. Hingga 2023, unit ini telah memproduksi 588 ton pupuk kompos, dengan keuntungan mencapai Rp 421 juta. Composting Unit ini menawarkan pupuk kompos dengan harga lebih terjangkau, sekitar separuh dari harga pasar, dan telah mendorong pekebun anggota APSKS LB untuk beralih menggunakan pupuk kompos.

BACA JUGA: Pengembangan SDM Pekebun Kelapa Sawit Jadi Prioritas Penting untuk Hadapi Tantangan Industri

SNV Indonesia juga memainkan peran penting dalam program ini dengan fokus pada penerapan perkebunan regeneratif dan model agroforestri. “Kami menerapkan pendekatan yang komprehensif untuk menjaga kesuburan tanah dan keanekaragaman hayati, yang bermanfaat bagi perekonomian dan kehidupan pekebun,” ujar Rizki Pandu Permana, Country Director SNV Indonesia.


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com