InfoSAWIT, JAKARTA – Dalam upaya mempercepat ketahanan pangan nasional, Kementerian Pertanian (Kementan) terus menggalakkan program tumpang sisip padi gogo di lahan perkebunan kelapa sawit. Langkah ini diyakini dapat mendorong terwujudnya swasembada pangan dan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan perkebunan yang ada.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, meminta jajarannya agar memaksimalkan potensi setiap lahan, termasuk lahan perkebunan kelapa sawit. “Kita harus terus berinovasi untuk mendukung swasembada pangan. Tumpang sisip padi gogo adalah salah satu cara agar lahan yang ada lebih produktif,” ujarnya.
Sebagai bentuk kolaborasi, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan mengadakan rapat koordinasi percepatan swasembada pangan pada Jumat. Rapat ini melibatkan berbagai pihak, termasuk PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo, Kepala Dinas Sentra Perkebunan dari Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, serta perwakilan dari sektor swasta.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumsel Periode II-Desember 2024 Naik Rp 100,19 per Kg
Plt. Direktur Jenderal Perkebunan, Heru Tri Widarto, menjelaskan bahwa tumpang sisip padi gogo merupakan solusi strategis yang tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga mendukung keberlanjutan sektor perkebunan.
“Mulai awal 2025, kita akan melakukan tanam serentak padi gogo di lahan perkebunan kelapa sawit secara bertahap. Proses ini akan didukung oleh percepatan CPCL (Calon Petani Calon Lahan) serta kerja sama dengan pemerintah daerah, PTPN, dan pihak swasta,” ungkap Heru dalam keterangannya dikutip InfoSAWIT, Selasa (23/12/2024).
Lebih lanjut, Heru menambahkan bahwa program ini juga diarahkan pada lahan Perkebunan Sawit Rakyat (PSR) agar menghasilkan manfaat ganda bagi petani. Dengan menanam padi gogo di sela-sela perkebunan sawit, petani dapat memperoleh hasil tambahan yang mendukung pendapatan mereka.
BACA JUGA: Indonesia Saatnya Daulat Tentukan Harga CPO, Walau Lambat Namun Pasti
Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo, Irwan Perangin-angin, menyatakan dukungannya terhadap program ini. Ia menegaskan komitmen PTPN IV untuk turut menyukseskan tumpang sisip padi gogo, baik di lahan perkebunan sawit rakyat maupun milik perusahaan.
“Kami sangat mendukung program Kementerian Pertanian ini. Sinergi antara pemerintah dan sektor swasta akan menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” kata Irwan.
Dengan program tumpang sisip ini, Kementan berharap dapat meningkatkan ketahanan pangan secara signifikan, sekaligus memperkuat tata kelola sektor perkebunan secara berkelanjutan. Optimisme ini menjadi langkah besar menuju ketahanan pangan yang lebih kokoh di masa depan. (T2)
