InfoSAWIT, SANGGAU — Komitmen pemerintah dalam meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit terus digalakkan. Salah satunya terlihat dari kegiatan sosialisasi Program Sarana dan Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit yang dilaksanakan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sanggau, Selasa, di ruang rapat kantor dinas setempat.
Dalam kegiatan tersebut, hadir perwakilan dari Tim Sarana dan Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit Provinsi Kalimantan Barat. Sambutan disampaikan langsung oleh Analis Prasarana dan Sarana Pertanian Madya, yang menegaskan pentingnya kolaborasi antar pihak untuk mendukung keberlanjutan sektor sawit rakyat.
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan, antara lain dari unsur pemerintah daerah seperti Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sanggau, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sanggau, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sanggau. Selain itu, hadir pula 12 lembaga koperasi dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) dari berbagai kecamatan.
BACA JUGA: Sawit Pilar Indonesia Emas 2045: Melalui Swasembada Pangan dan Energi
Dikutip InfoSAWIT dari facebook Disbun Kalbar, Kamis (15/5/2025), dalam pemaparannya, Tim dari provinsi menyampaikan perkembangan pelaksanaan program sarana dan prasarana di Kabupaten Sanggau. Sejumlah kegiatan telah terealisasi, di antaranya program ekstensifikasi yang mencakup pengadaan bibit, pupuk, dan pestisida. Dua kelompok tani penerima manfaat adalah KT. Pudu Berkah Sanggau dengan luasan 81,93 hektare dan KT. Emborok Raya Sanggau seluas 68,08 hektare.
Selain itu, pembangunan dan peningkatan infrastruktur perkebunan juga telah dilakukan, seperti pembangunan jalan kebun dan akses menuju jalan umum serta pelabuhan, yang dikerjakan oleh Kelompok Tani Bersama Kita Bisa dengan cakupan lahan 74,48 hektare.
Sementara itu, usulan baru dari Gapoktan Tunas Inti di Desa Bereng Berkawat, Kecamatan Beduai, tengah dalam proses. Usulan tersebut mencakup kegiatan ekstensifikasi untuk lahan seluas 50,13 hektare.
BACA JUGA: Proyek LASR Perkuat Pembangunan Lanskap Berkelanjutan di Subulussalam dan Aceh Singkil
Untuk tahun 2025, pemerintah telah menyiapkan rencana kegiatan yang mencakup program ekstensifikasi seluas 100 hektare, intensifikasi seluas 212 hektare, serta verifikasi teknis untuk sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) sebanyak empat paket.
Program ini diharapkan dapat menjadi landasan kuat bagi peningkatan produktivitas dan keberlanjutan sawit rakyat di Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Sanggau. Kolaborasi antara pemerintah daerah, petani, dan lembaga koperasi menjadi kunci dalam mendorong kemajuan industri sawit nasional yang berdaya saing dan berkelanjutan. (T2)
