InfoSAWIT, KOTAWARINGIN BARAT – Sejak berdiri pada 29 Desember 1984, Koperasi Unit Desa (KUD) Tani Subur terus bertransformasi menjadi motor penggerak kesejahteraan petani sawit swadaya di Kalimantan Tengah. Berbasis di Desa Pangkalan Tiga, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat, koperasi ini tak hanya mengelola sawit, tapi juga menghadirkan perubahan nyata bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
Langkah penting diambil pada tahun 2017 ketika KUD Tani Subur memutuskan mengikuti sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Sejak saat itu, koperasi dan para anggotanya telah menapaki delapan tahun perjalanan menuju praktik budidaya sawit yang berkelanjutan.
“Lewat sertifikasi RSPO, petani mendapatkan pelatihan tentang praktik budidaya yang baik. Hasilnya, produksi Tandan Buah Segar (TBS) meningkat dan pendapatan mereka ikut naik,” ujar pengurus Unit Petani Mandiri KUD Tani Subur dilansir InfoSAWIT dari laman resmi Fortasbi, Jumat (16/5/2025).
BACA JUGA: Dorong Produktivitas Sawit, Kalbar Sosialisasikan Program Sarana dan Prasarana di Sanggau
Tak hanya dari peningkatan produktivitas, para petani juga memperoleh manfaat finansial dari penjualan kredit sertifikasi RSPO. Premi yang diterima setiap tahun dibagikan secara proporsional sesuai aturan internal koperasi. Namun lebih dari sekadar keuntungan ekonomi, sertifikasi RSPO membuka kesadaran baru akan pentingnya menjaga lingkungan.
Petani kini aktif berkontribusi dalam pelestarian alam. Sebagian dana hasil penjualan kredit dialokasikan untuk menanam tanaman bernilai ekonomi tinggi di kawasan sempadan sungai, sebagai bentuk komitmen menjaga keseimbangan ekosistem.
Kehidupan sosial masyarakat sekitar pun menjadi perhatian serius. Melalui Unit Petani Mandiri, koperasi secara konsisten menyisihkan 2 persen dari hasil kredit untuk membantu warga yang membutuhkan. Sementara itu, 3 persen lainnya digunakan untuk kegiatan pemeriksaan kesehatan (medical check-up) bagi petani, anggota koperasi, dan masyarakat sekitar.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Periode 14-20 Mei 2025 Turun Rp64,61 per Kg
“Program kesehatan ini penting agar petani tetap produktif dan memiliki kesadaran menjaga kesehatannya,” tambah pengurus koperasi.
KUD Tani Subur juga menunjukkan sinergi positif dengan pemerintah desa. Sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan peran Pemerintah Desa dalam mendukung kegiatan sertifikasi, koperasi mengalokasikan 5 persen dana penjualan kredit untuk pembangunan gedung kantor desa.
Kisah KUD Tani Subur menjadi bukti bahwa sawit berkelanjutan bukan sekadar slogan, tetapi jalan nyata menuju kesejahteraan petani, keberlanjutan lingkungan, dan harmoni sosial yang menyatu dalam semangat gotong royong. (T2)
